Kemenkeu Sebut Insentif PPnBM Bukan Untuk Orang Kaya

Kompas.com - 07/07/2021, 09:22 WIB
Pengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPengunjung melihat mobil-mobil yang dipamerkan pada pembukaan IIMS Hybrid 2021 di JiExpo Kemayoran, Jakarta Utara, Kamis (15/4/2021). Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Hybrid 2021 yang berlangsung pada 15-25 April itu digelar secara daring (online) dan kunjungan langsung dengan pembatasan kapasitas dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) buat mobil baru dinilai sejumlah pihak hanya menguntungkan orang kaya.

Yon Arsal, Staf Ahli Bidang Kepatuhan Pajak Kementerian Keuangan, membantah hal tersebut. Menurutnya, fasilitas itu diberikan untuk menggerakkan perekonomian.

“Banyak pendapat kenapa sih orang kaya diberikan fasilitas, sebenarnya bukan orang kaya yang kita berikan fasilitas,” ujar Yon, dalam webinar yang disiarkan Youtube Ditjen Anggaran (6/7/2021).

Baca juga: PPKM Darurat, Ini 9 Titik Lokasi Penyekatan di Depok

Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

“Ini gimana caranya, yang punya tabungan di bank, agar duitnya bisa menggerakkan perekonomian, kita dorong mereka untuk berbelanja,” kata dia.

Yon menambahkan, selama pandemi pemerintah telah memberikan berbagai insentif hampir di segala sektor, termasuk sektor otomotif.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Lewat insentif PPnBM, pemerintah bukan cuma bertujuan mendorong demand, tapi juga ingin membantu cashflow perusahaan sehingga perusahaan itu bisa survive.

Baca juga: Avanza Main Potong Lajur Xpander, Begini Etika Menyalip yang Aman

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

“Ini kenapa kita berikan, sebenarnya tidak lain karena memang duit itu banyak ngerem di perbankan, kita pengin duit itu dibelanjakan,” ucap Yon.

“Karena kalau orang-orang tidak belanja, semua simpan duitnya di bank, otomatis tidak ada pergerakan ekonomi.

Untuk diketahui, berdasarkan catatan Kemenkeu, insentif PPnBM telah meningkatkan penjualan mobil ritel pada April 2021.

Penjualan pada periode tersebut mengungguli capaian rata-rata Januari-Februari 2021 sebanyak 73.000 unit per bulan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.