Cara Mudah dan Sederhana Merawat Power Window

Kompas.com - 05/07/2021, 17:01 WIB
Mengenal gejala kerusakan power window Stanly/OtomaniaMengenal gejala kerusakan power window

JAKARTA, KOMPAS.com - Hampir semua mobil baru saat ini sudah menggunakan fitur power window untuk memudahkan menutup atau membuka jendela.

Mengingat cara kerjanya sudah menggunakan komponen motor penggerak, otomatis perlu didukung dengan perawatan agar fungsinya berjalan dengan normal.

Bagi pemilik mobil yang memiliki waktu santai di tengah work from home (WFH), bisa meluangkan waktu sedikit untuk melakukan perawatan ringan power window. Caranya pun tidak sulit, bahkan cukup mudah untuk dilakukan sendiri di rumah.

Menurut Dealer Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi, untuk merawat power window tak perlu peralatan khusus, cukup dengan memperhatikan beberapa hak sederhana yang bisa membuat pengoperasian power window bebas dari masalah.

Baca juga: Mengapa Ban Kendaraan Tiba-tiba Kempis Sendiri

“Cukup membersihkan dan melumasi karet untuk naik turun kaca atau yang dinamakan run door glass dengan silicone grease, power window akan lancar dan bekerja dengan baik,” kata Didi saat dihubungi Kompas.com, Senin (5/7/2021).

Didi melanjutkan, biasanya kalau dinamo atau motor tidak bekerja dengan maksimal bisa saja disebabkan oleh arang yang habis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika sudah begitu, regulator atau mekenisme untuk menurunkan dan menaikan kaca harus dilumasi agar dapat bekerja dengan baik, karena mungkin saja terkena air.

seorang teknisi tengah melakukan perbaikan power window di bengkel Berdikari Jaya di Solo, Jateng. Ari Purnomo seorang teknisi tengah melakukan perbaikan power window di bengkel Berdikari Jaya di Solo, Jateng.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Bengkel Auto2000 Yos Sudarso Suparman mengatakan, karena power window bekerja menggunakan motor listrik untuk menurunkan dan menaikan jendela, jadi harus dipastikan bila tak ada beban yang menghalangi kerja motor.

“Beban yang dimaskud bisa datang dari mana saja, tapi pada umumnya dari sektor kaca sendiri, contoh seperti kotoran atau debu yang menempel,” ucap Suparman.

Sehingga ketika jendela di buka, debu tersebut berpotensi masuk ke ruang mekanis power window yang bisa sampai terjadi pengendapan kotoran, otomatis bisa berdampak pada kerja motor listriknya.

Baca juga: Selama PPKM Darurat Ada Penyekatan Kendaraan di Solo, Ini Lokasinya

Sementara hal lain yang juga wajib dicek adalah karet list pada kaca. Bila kondisinya sudah mengeras atau tak lagi elastis, baiknya jangan ditunda untuk mengganti karet tersebut. Pengerasan karet ini biasanya terjadi karena mobil kerap dijemur langsung di bawah terik matahari.

“Dikhawatirkan karena karet yang mengeras bisa menghambat kerja keluar masuk kaca yang membuat motor listrik menjadi berat. Biasakan juga untuk tidak membiarkan debu terlalu lama hinggap di permukaan kaca, karena bila didiamkan bisa membuat debu masuk ke bagian pintu dan membuat motor elektrik menjadi kotor,” kata Suparman.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.