Perpanjangan PPnBM 0 Persen Belum Terang, Mobil Bekas Kena Imbas

Kompas.com - 01/07/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi mobil bekas. ReutersIlustrasi mobil bekas.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum diterbitkannya aturan perpanjangan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 100 persen untuk kendaraan bermotor dengan kapasitas 1.500 cc, berpotensi membuat pasar mobil bekas bergerak negatif.

Pasalnya, hal tersebut membuat sebagian banyak warga memutuskan menunda pembelian. Sementara pasokkan unit ke diler cukup stabil dan cenderung melambat, sembari menghitung penyesuaian harga bila insentif jadi diterapkan.

"Pasar mobil bekas merupakan salah satu bagian di rentetan rantai panjang industri kendaraan bermotor. Sehingga setiap ada sesuatu seperti kebijakan baru, pasti terpengaruh," ujar Chief Operating Officer Mobil88 Sutadi kepada Kompas.com, Rabu (30/6/2021).

Baca juga: Penyebab Ban Mobil Sering Kempis tapi Tidak Bocor

Mobil bekas di WTC Mangga DuaKOMPAS.com/Aprida Mega Nanda Mobil bekas di WTC Mangga Dua

"Tetapi saat suatu kebijakan masih tahap wacana, apalagi seperti PPnBM, pasti ada gejolak karena banyak konsumen yang wait and see dibandingkan ketika sudah berlaku," ucap dia, menambahkan.

Keadaan tersebut diakui Sutadi sangat normal karena ketika suatu kebijakan belum rilis aturan mainnya atau masih di tahap wacana, banyak pihak memilih menahan belanja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka ingin melihat lebih jauh peraturan baru terkait sehingga bisa memperkirakan dampak yang diberikan. Serta, apakah kemampuan mereka bisa ikut berkontribusi di dalamnya sebagai pihak yang bisa diuntungkan atau tidak.

"Bicara penyesuaian harga mobil bekas, bagaimana pun mobil bekas merupakan salah satu rentetan dari bisnis otomotif. Jika harga baru turun, harga mobil bekas pun berdampak. Makanya banyak yang wait and see," ujar Sutadi lagi.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Mobil Transmisi Otomatis Lebih Rawan Mengalami Rem Blong?

Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta SelatanKompas.com/Dio Bursa mobil bekas di Mall Blok M Lt. Basement, Jakarta Selatan

Pernyataan serupa juga datang dari Pepen, penjual mobil bekas di Bintang Cemerlang Motor (BMC) Bekasi dalam kesempatan terpisah. Saat ini, banyak calon pembeli yang menahan belanja khususnya untuk model yang mendapat relaksasi PPnBM.

Sehingga, ia harap pemerintah segera memberikan kepastian pada pemberian perpanjangan relaksasi PPnBM sampai Agustus 2021. Jangan sampai terlalu lama karena dampak yang dihasilkan akan semakin dalam.

Sebelumnya, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan bahwa akan memperpanjang insentif PPnBM 0 persen bagi mobil tertentu sampai Agustus 2021.

Baca juga: Marak Vespa Matik Balap Liar, Ingat Jalan Raya Bukan Sirkuit

Ketentuan mengenai perpanjangan program diskon PPnBM tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021 tentang PPnBM atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Anggaran 2021.

Diskon 100 persen PPnBM sendiri sebelumnya hanya berlaku sampai Mei 2021. Kemudian kebijakan dilanjutkan dengan skema 50 persen di Juni-Agustus 2021.

Lalu, kebijakan berlanjut dengan skema diskon 25 persen periode September sampai Desember 2021. Aturan ini berlaku untuk jenis sedan dengan kapasitas isi silinder sampai 1.500 cc.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.