Truk di Indonesia Masih Kerap Salah Soal Memuat Barang

Kompas.com - 28/06/2021, 10:22 WIB
Truk trailer terguling di rest area KM 97 Cipularang Truk trailer terguling di rest area KM 97 Cipularang

JAKARTA, KOMPAS.comTruk merupakan angkutan yang bisa membawa banyak barang. Biasanya, barang akan disimpan di bagian belakang atau bisa disebut dengan bak, dek, boks, dan sebagainya.

Namun masalahnya di Indonesia, kadang soal memuat barang masih salah. Bisa karena truk yang digunakan tidak sesuai maupun cara mengamankan barang yang tidak benar.

Senior Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi Ahmad Wildan mengatakan, dia sering menemukan truk trailer flat deck di Tanjung Priok yang membawa kontainer tanpa pengunci.

Baca juga: Bocoran dari Tangan Kanan Rossi Terkait Keputusan di Musim Depan

Kendaraan truk trailer yang memicu kendaraan beruntun dan tewaskan 7 orang di Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (22/12/2019).KOMPAS.COM/ANDI HARTIK Kendaraan truk trailer yang memicu kendaraan beruntun dan tewaskan 7 orang di Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Minggu (22/12/2019).

“Ini kalau ngerem, kontainer bisa lari ke mana-mana karena tidak ada penguncinya. Bahkan di Makassar, trailer tadi ditaruh di atas bak tronton,” ucap Wildan dalam diskusi online belum lama ini.

Mereka tidak sadar kalau ada yang namanya hukum inersia. Misalnya ketika mobil bergerak dalam kecepatan 100 kpj lalu orang di dalamnya tidak memakai sabuk pengaman dan mengalami tabrakan, dia akan terlempar dengan kecepatan yang sama.

Begitu juga dengan barang yang dibawa sebuah truk. Ketika truk berhenti bergerak, benda yang dibawa masih bergerak dengan kecepatan sebelumnya. Sehingga jika barang tadi tidak dimuat dengan benar, tentu malah bisa melukai pengemudinya.

Baca juga: Bolehkan Mencampur Nitrogen dengan Udara Biasa buat Ban

“Contoh, orang membawa lempengan baja di bak truk tanpa ada pengaman. Begitu truk berhenti, maka baja tadi masih bergerak dengan kecepatan awal dan menembus kabin pengemudi,” kata Wildan.

Jadi sangat penting untuk tahu bagaimana memuat barang yang aman pada truk. Karena taruhannya tentu nyawa dari pengemudi maupun kernet yang ada di kabin truk.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.