Indonesia Butuh Rp 216,9 T untuk Industri Baterai Mobil Listrik

Kompas.com - 25/06/2021, 07:02 WIB
Ilustrasi baterai mobil listrik LG Chem https://www.caixinglobal.com/Ilustrasi baterai mobil listrik LG Chem

Dalam mengembangkan pabrik baterai kendaraan listrik dari hulu ke hilir, IBC bermitra dengan konsorsium LG dari Korea Selatan dan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) dari China.

IBC sendiri dibentuk oleh empat BUMN yaitu Mining and Industry Indonesia (Mind ID), PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), dan PT Aneka Tambang (Antam).

Baca juga: Bukan Dongeng, Pabrik Baterai Mobil Listrik LG Dibangun di Indonesia Juli 2021

"Sedangkan yang akan dilakukan IBC pada end-to-end pertama di mining, yang dominan nanti adalah Antam dan Mind ID. Kemudian pada cathode battery precursor, diisi Mind ID dan Pertamina," kata Toto.

"Sebab, saya lihat proses di sana banyak yang mirip seperti pabrik-pabrik Pertamina," tambahnya.

Ketiga, untuk EV battery cell & pack, ada Pertamina dan PLN yang akan melakukan pengembangan secara bersamaan. Kemudian di sisi energy storage system yang dominan adalah PLN, termasuk menyuplai energi listriknya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.