Sejarah KTM 1190 RC8 R, Disuntik Mati karena Dianggap Berbahaya

Kompas.com - 16/06/2021, 14:01 WIB
KTM RC8 R Dok. Motorcyclespecs.co.zaKTM RC8 R

Dengan banyaknya material ringan tapi kuat yang digunakan, bobot motor ini hanya 186 kg. Power-to-weight ratio yang dimlikinya 0,94 hp/kg. Kecepatan maksimumnya diklaim tembus 271,4 km/jam.

Speedometer sudah full digital dengan lampu berwarna oranye. Informasi yang ditampilkan juga sangat lengkap untuk menunjang kebutuhan balap atau track day.

Keunggulan lainnya adalah RC8 R ini menawarkan pilihan posisi berkendara yang dapat disesuaikan dengan pengendaranya, mulai dari pijakan kaki, tuas rem dan tuas persneling, tempat duduk, serta tuas rem dan tuas kopling. Sehingga, tidak sulit untuk mendapatkan posisi berkendara yang ergonomis.

Baca juga: KTM Orbitkan Remy Gardner ke MotoGP Musim 2022

Untuk fiturnya, RC8 R juga sudah dilengkapi dengan traction control, quick shifter, launch control, wheelie control, stability control, dan lainnya.

Dikutip dari Motoroids.com, Rabu (16/6/2021), motor ini terpaksa dihentikan produksinya karena dianggap terlalu bertenaga untuk dipakai di jalan raya.

"Jika motor superbike Anda mencapai 200 tk dan lebih, itu mustahil untuk diperdebatkan motor itu layak berada di jalan," ujar CEO KTM Stefan Pierer.

Anehnya, KTM tetap memproduksi 1290 Super Duke. Bahkan, kapasitas mesin dan tenaga yang dihasilkan lebih besar dari RC8 R.

KTM RC8 RDok. Motorcyclespecs.co.za KTM RC8 R

KTM 1190 RC8 sempat dipasarkan di Indonesia pada 2012 oleh PT Moto KTM Indonesia, APM KTM saat itu. Motor superbike tersebut dibanderol Rp 400 juta (OTR Jakarta).

Dengan statusnya yang sudah didiskontinu dan jumlah unit yang tak banyak, motor ini bisa dikatakan cukup langka dan menjadi incaran para kolektor. Bisa dipastikan juga harganya justru semakin tinggi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.