Apa yang Dilakukan Saat Menghadapi Bus Mengebut di Jalan Tol

Kompas.com - 03/06/2021, 18:21 WIB
Bus Scania K410IB milik PO Putera Mulya Sejahtera yang mengklaim diri sebagai bus trans Jawa pertama, melintasi Jembatan Kali Kuto di ruas tol Semarang-Batang. Dok. PO Putera Mulya SejahteraBus Scania K410IB milik PO Putera Mulya Sejahtera yang mengklaim diri sebagai bus trans Jawa pertama, melintasi Jembatan Kali Kuto di ruas tol Semarang-Batang.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kondisi jalan tol di Indonesia yang semakin membaik tidak hanya dinikmati pemilik mobil pribadi saja, namun bus antar kota juga. Tidak jarang terlihat aksi bus yang mengebut di jalan tol.

Terkadang bus dengan kecepatan tinggi menyalip dari sisi kiri jalan, belum lagi ada juga yang agresif. Kadang sebagai pengemudi mobil yang lebih kecil, rasanya ingin membalas dengan kembali menyalip bus yang baru melintas.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, ketika bertemu bus yang agresif di jalan tol, harus lebih berhati-hati agar tidak terlibat kecelakaan dengannya.

Baca juga: Harga Baru Toyota Avanza dengan Diskon PPnBM 50 Persen

Bus AKAP Murni Jayamurnijayalovers Bus AKAP Murni Jaya

"Memerhatikan spion sehingga mengetahui kendaraan apa yang ada di belakang yang mendekat. Selain memastikan ada ruang untuk bus mendahului," kata Sony kepada Kompas.com, Kamis (3/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan memberi jalan, pengemudi bisa terhindar dari tabrak belakang bus. Mengingat bus memiliki momentum yang besar, lebih baik segera menghindar daripada harus bersenggolan dengan bus.

Baca juga: Resmi Naik, Ini Harga Lengkap Daihatsu Rocky Mulai Juni 2021

Setelah itu, tetap jaga kecepatan dan konsisten di lajur sebelah kiri. Sony menyarankan agar pengguna mobil pribadi tidak berusaha mengejar dan jangan tancap gas agar tidak disalip bus karena justru bisa berbahaya.

“Ketika bus mendekat dan akan mendahului, pastikan ada atau beri ruang di samping sehingga potensi benturan bisa dihindari,” ucapnya.

Terakhir, jaga kemudi agar tetap seimbang dan tidak oleng. Bus yang ngebut memiliki efek angin yang besar dan akan sangat terasa dan mengganggu keseimbangan kendaraan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.