Ada Penggolongan SIM C, Bagaimana Nasib Pengguna Motor Listrik?

Kompas.com - 31/05/2021, 18:31 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi pabrik motor listrik Gesits Dok. GesitsGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi pabrik motor listrik Gesits

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam upaya menekan angka kecelakaan bermotor dan efektifitas penindakan pelanggar lalu lintas, Kepolisian RI berencana terapkan penggolongan surat izin mengemudi (SIM).

Hal tersebut termaktub dalam Peraturan Kepolisian Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penertiban dan Penandaan SIM, yang sudah diteken pada Februari 2021 lalu.

Secara umum, nantinya penggolongan baru untuk SIM pengguna sepeda motor berdasarkan kapasitas kubikasi mesin, yakni C, CI, dan CII. Lantas, bagaimana dengan pengguna motor listrik saat ini?

Baca juga: Catat, SIM Bisa Dicabut jika Melebihi Poin Pelanggaran Lalu Lintas

Ilustrasi motor listrik. (Dok. Kredivo) Ilustrasi motor listrik.
 

Dijelaskan Kasi Standar Pengemudi Ditregident Korlantas Polri AKBP Arief Budiman, sejatinya hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab saat ini pengendara terkait masih bisa menggunakan SIM C biasa.

"Menggunakan SIM C biasa idak masalah, karena yang dibatasi itu sebenarnya besaran silinder kubikasi dari motor konvensional. Kalau listrik beda penggeraknya," kata dia kepada Kompas.com.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tapi, lanjut Arief, bila spesifikasi motor listrik tersebut setara dengan motor berkubikasi di atas 250 cc, maka harus naik tingkat ke SIM CI dan SIM CII jika di atas 500 cc.

Sebaliknya, bila saat dikonversi masih di bawah 250 cc, artinya tidak ada masalah menggunakan SIM C biasa. Mengingat sejauh ini motor listrik yang dipasarkan di Indonesia masih dalam kategori SIM C biasa.

Baca juga: Siap Diterapkan, Berikut 3 Penggolongan untuk SIM C

Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM).polri.go.id Ilustrasi Surat Izin Mengemudi (SIM).
 

"Jadi tidak masalah, masih bisa menggunakan SIM C biasa sampai aturan berlaku dan kita konversi untuk melihat berapa cc-nya. Tapi sejauh ini pakai SIM C biasa saja sudah bisa," ucapnya.

Lebih rinci mengenai penggolongan SIM C, tertuang dalam Perpol No5/2021 pasal 3 sebagaimana berikut;

g. SIM C, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin sampai dengan 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic);

h. SIM CI, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic) sampai dengan 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau Ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik;

i. SIM CII, berlaku untuk mengemudikan Ranmor jenis Sepeda Motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 500 cc (lima ratus centimeter cubic) atau Ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.