Kemenperin Harap Penyekatan Mudik Tak Ganggu Logistik

Kompas.com - 11/05/2021, 07:42 WIB
Penyekatan Mudik di Cikampek Jasa MargaPenyekatan Mudik di Cikampek

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski ada larangan mudik dengan pengendalian transportasi, namun Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bertekad aktivitas sektor industri manufaktur tetap berproduksi guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain sudah mengeluarkan penerapan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri (IOMKI) dengan tetap mengindahkan protokol kesehatan, Kemenperin juga mendorong kegiatan sektor industri dalam hal kelancaran arus logistik.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dari dampak penyekatan disejumlah titik yang ada di jalan tol selama larangan mudik berlangsung.

Baca juga: Imbas Larangan Mudik Lebaran 2021, Karoseri Bus Sepi Lagi

Terkait soal itu, Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin Eko Cahyanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi untuk menjamin arus logistik tetap lancar.

Penyekatan Mudik di CikampekJASA MARGA Penyekatan Mudik di Cikampek

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami telah melakukan koordinasi dengan Polri, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pemerintah daerah, dan asosiasi industri agar dapat menghindari dan meminimalkan kemacetan, sehingga aliran logistik sektor industri berjalan baik dan tidak menghambat perjalanan pekerja menuju beberapa kawasan industri," kata Eko dalam keterangan resminya, Senin (10/5/2021).

Eko mengatakan, Kemenperin sudah menyampaikan beberapa usulan terkait titik penyekatan di jalan tol untuk kelancaran logisitik.

Beberapan diantarnya seperti penyaringan pemeriksaan atau pemisahan jalur kendaraan umum dan logistik. Selain itu, untuk truk pengangkut logistik dan bus pekerja juga diharapkan dapat dikecualikan dalam pemeriksaan dokumen.

Baca juga: 4 Hari Larangan Mudik, Menhub Klaim Arus Lalu Lintas Turun Signifikan

"Kami juga memberikan opsi memindahkan lokasi penyekatan untuk lebih mundur ke wilayah Cikampek atau perbatasan Karawang dan Purwakarta," kata Eko.

Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pekerja melakukan aski protes karena Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat beredar melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.dokumen pribadi Sebuah video yang memperlihatkan sejumlah pekerja melakukan aski protes karena Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat beredar melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp.

Hal tersebut dilatar belakangi kejadian di Km 31 dan KM 47 pada awal larangan mudik dimulai, yakni 6 Mei 2021, yang membuat kemacetan panjang tak terhindari.

Selain itu, dalam upaya meningkatkan pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkungan industri, Kemenperin mendorong setiap industri agar lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan serta aktif melaporkan IOMKI.

"Pengelola kawasan industri didorong untuk mengingatkan tenant di dalamnya agar lebih rajin dalam melaporkan IOMKI dan mengawasi pelaksanaan larangan mudik bagi pekerja di lingkungan kawasan industri," ujar Eko.

Baca juga: MPV Murah di Bawah Rp 200 Juta, Ada Avanza sampai Mobilio

Selanjutnya, Eko menjelaskan Kemenperin akan melakukan monitoring penyekatan larangan mudik di jalan hingga 18 Mei 2021, melalui laporan dari pengelola kawasan industri.

"Pengelola kawasan industri melaporkan keadaan di lokasi penyekatan secara langsung melalui format pelaporan yang telah disusun," kata Eko.

Terkait masalah kelancaran logistik, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, sebelumnya sudah mengatakan bila penyekatan tak menggangu arus lalu lintas logistik.

Petugas kepolisian memeriksa dokumen pengendara yang melintas dari arah Jakarta menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak di pintu Gerbang Tol Merak, Banten, Kamis (6/5/2021) dini hari. Pemeriksaan tersebut terkait larangan mudik lebaran 2021 yang dimulai dari tanggal 6 hingga 17 Mei sebagai upaya mengantisipasi risiko peningkatan kasus penularan COVID-19 jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Petugas kepolisian memeriksa dokumen pengendara yang melintas dari arah Jakarta menuju Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Merak di pintu Gerbang Tol Merak, Banten, Kamis (6/5/2021) dini hari. Pemeriksaan tersebut terkait larangan mudik lebaran 2021 yang dimulai dari tanggal 6 hingga 17 Mei sebagai upaya mengantisipasi risiko peningkatan kasus penularan COVID-19 jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

 

Bahkan Budi menjamin bila operasional logistik sejauh ini tetap berjalan stabil hingga akhir larangan mudik nanti.

"Kami ingin juga memastikan angkutan logistik tetap berjalan tanpa hambatan di masa peniadaan mudik ini, di Merak dan Bakauheni pergerakan logistik hanya mengalami penurunan 5 persen. Artinya angkutan logistik tetap berjalan baik," ucap Budi dalam keterangan resminya, Minggu (9/5/2021).



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X