Jarak Dekat Kerap Jadi Alasan Pengendara Motor Melupakan Helm

Kompas.com - 10/05/2021, 10:22 WIB
Video viral seorang personil Satlantas Bener Meriah, Aceh menghadapi perempuan yang marah ketika ditegur karena tidak mengenakan helm, Rabu (25/11/2020). Dok. ISTIMEWAVideo viral seorang personil Satlantas Bener Meriah, Aceh menghadapi perempuan yang marah ketika ditegur karena tidak mengenakan helm, Rabu (25/11/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Mengendarai motor merupakan salah satu aktivitas yang berbahaya. Oleh karena itu, pengendara motor wajib mengenakan helm dengan benar untuk melindungi kepala jika terjadi kecelakaan.

Namun, alat yang sangat membantu melindungi kepala ini sangat sering disepelekan. Belum lagi bagi pengendara motor yang kerap berdalih cuma sebentar atau jarak pendek dari rumah melupakan helm sebagai kelengkapan wajib berkendara.

Padahal, kecelakaan bisa terjadi di mana saja, baik jarak jauh maupun dekat. Belum lagi jika terjatuh, tentu saja kepala bisa cedera jika berkendara tanpa mengenakan helm. Lalu kenapa masih ada saja yang menyepelekannya?

Baca juga: Tidak Perlu SIKM, Begini Cara Petugas Bedakan Perjalanan Non Mudik

Pengendara sepeda motor di bawah umur dan tak pakai helm.Roderick Adrian Moses Pengendara sepeda motor di bawah umur dan tak pakai helm.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, kurangnya pendidikan tentang keselamatan berkendara bagi para pengendara motor menjadi salah satu alasan mengapa helm kerap disepelekan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Selain itu, pemahaman akan risiko yang fatal jika mengendarai motor tanpa helm juga masih kurang. Padahal banyak potensi bahaya di jalan raya yang sewaktu-waktu bisa terjadi pada pengendara,” ucap Agus kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Bolehkah Warga Jakarta ke Bodetabek atau Sebaliknya Saat Lebaran?

Agus menyarankan, untuk meningkatkan kesadaran pengendara motor akan pentingnya helm bisa dilakukan dengan pendidikan sejak dini soal keselamatan berkendara di sekolah. Harapannya, setiap orang sudah sadar keselamatan berkendara sejak dini.

“Jika dilakukan sejak dini, proses belajar akan mudah diterima dan diingat, apalagi jika belum memiliki kemampuan berkendara. Berbeda dengan yang sudah bisa mengendarai motor, terkadang agak ngeyel, apalagi kalau belum punya pengalaman kecelakaan,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.