Belum Mau Pensiun, Ini Alasan Rossi Ingin Tetap Balapan

Kompas.com - 27/04/2021, 16:01 WIB
Valentino Rossi saat sesi tes pra-musim di Qatar Gareth HarfordValentino Rossi saat sesi tes pra-musim di Qatar
|

JEREZ, KOMPAS.com - Musim 2021 merupakan musim ke-26 Valentino Rossi balapan. Tahun ini Rossi berusia 42 tahun dan menjadi pebalap paling tua di lintasan.

Meski demikian dia merasa masih bisa bersaing dengan yang muda. Meski dalam beberapa tahun belakangan performanya melandai dan cenderung turun.

Baca juga: Plus Minus di Balik Nuansa Agresif Interior City Hatchback RS

Rossi mengatakan, alasan dia belum pensiun sampai saat ini karena dia suka balapan. Rasa yang ditimbulkan saat balapan apalagi jika menang.

Valentino RossiFoto: Twitter @automobilsport Valentino Rossi

"Alasan saya sangat sederhana dan aneh bahwa beberapa orang tidak memahaminya. Mungkin saya yang berbeda," kata Rossi kepada 'La Gazzetta dello Sport'. mengutip dari Motorsport-Total.com, Selasa (27/4/2021).

"Saya suka perasaannya, adrenalin, ketika saya menang, ketika saya naik podium atau hanya balapan yang bagus. Saya merasa sangat baik selama beberapa hari setelah itu. Saya suka perasaan itu," katanya.

Kendati demikian, Rossi sadar bahwa pada akhirnya, usia juga berperan pada prestasi seseorang terutama pebalap motor yang butuh fisik dan konsentrasi prima.

"Tapi saya mencoba dengan sekuat tenaga untuk menolaknya. Itulah satu-satunya alasan saya masih balapan," katanya.

Baca juga: Jangan Sampai Teripu, Ini Tips Beli Mobil Bekas Jelang Lebaran

Valentino Rossi diapit oleh Jorge Lorenzo (kiri) dan Marc Marquez (kanan) pada sesi konferensi pers jelang MotoGP Jepang 2015 pada 8 Oktober 2015.AFP/KAZUHIRO NOGI Valentino Rossi diapit oleh Jorge Lorenzo (kiri) dan Marc Marquez (kanan) pada sesi konferensi pers jelang MotoGP Jepang 2015 pada 8 Oktober 2015.

"Menurut saya, Anda kehilangan lebih banyak ketika Anda berhenti di puncak karir Anda menang. Anda tidak pernah tahu apakah ini benar-benar sudah berakhir," kata Rossi.

Rossi terakhir kali merengkuh juara dunia pada 2009, dan belum pernah menang lagi sejak 2017.

"Ketika saya kembali ke Yamaha pada 2013, semua orang mengira saya telah tamat," katanya.

"Tetapi jika musim 2015 tidak dicuri dari saya, saya akan memenangkan yang lain. Itu akan menjadi gelar dunia kesepuluh saya dan akan menghancurkan karir kemenangan saya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X