Survei Kemenhub, 7 Juta Orang Tetap Ingin Mudik meski Dilarang

Kompas.com - 22/04/2021, 07:22 WIB
Petugas kepolisian memeriksa sejumlah kendaraan yang melintas di jalan tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020). Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa dalam beberapa minggu ke depan, pemerintah masih tetap berfokus pada upaya pengendalian wabah COVID-19 melalui larangan mudik dan mengendalikan arus balik. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDIPetugas kepolisian memeriksa sejumlah kendaraan yang melintas di jalan tol Jakarta-Cikampek, Cikarang Barat, Jawa Barat, Selasa (19/5/2020). Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa dalam beberapa minggu ke depan, pemerintah masih tetap berfokus pada upaya pengendalian wabah COVID-19 melalui larangan mudik dan mengendalikan arus balik. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kebijakan larangan mudik Lebaran tahun ini sudah resmi ditempuh pemerintah guna menekan kasus penyebaran Covid-19.

Namun demikian, menurut Adita Irawati, Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), berdasarkan survei, masih ada 7 juta orang yang tetap ingin mudik meski ada larangan dari pemerintah.

"Meski sudah diumumkan dilarang, masih ada sekitar 7 juta orang yang masih berkeinginan untuk mudik," kata Adita dalam dalam diskusi virtual Bahaya Covid Masih Mengintai, Sayangi Keluarga di Kampung dengan Tidak Mudik, di YouTube BNPB, Rabu (21/4/2021).

Baca juga: Masih Nekat Mudik Lebaran 2021, Catat Sanksi yang Menanti Pengendara

Menanggapi hasil survei tersebut, Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto mengatakan, jumlah masyarakat yang ingin mudik bisa saja lebih dari angka yang didapat dari survei.

Suasana Terminal Cicaheum Bandung terlihat sepi penumpang saat pandemi covid-19.KOMPAS.COM/AGIE PERMADI Suasana Terminal Cicaheum Bandung terlihat sepi penumpang saat pandemi covid-19.

"Berdasarkan survei angkanya 7 juta, kalau kita tahu di musim mudik normal datanya Kemenhub sering disebut sekitar 35 jutaan orang bergerak. Artinya, kalau disurvei 7 juta, jangan-jangan yang di luar survei itu masih banyak," ucap Edo.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Edo memaparkan, berdasarkan temuan-temuan di lapangan, memang tak bisa dimungkiri masih banyak masyarakat yang tetap ingin pulang kampung saat Lebaran.

Apalagi berdasarkan fakta yang ada, banyak juga pergerakan masyarakat yang curi start melakukan mudik sebelum waktu larangan mudik berlaku pada 6-17 Mei 2021.

Baca juga: Antisipasi Pemudik Colongan, 16 Jalan Tikus di DKI Dijaga Ketat

"Fakta di lapangan, ada juga pergerakan sebelum waktunya (larangan mudik), jadi memang tetap ada pergerakan sebelum tanggal itu (6-17 Mei 2021)," kata Edo.

Sejumlah kendaraan melintasi tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (2/4/2021). Pada libur Paskah PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 185.916 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek, meningkat 41,60 ?ri lalu lintas normal. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah Sejumlah kendaraan melintasi tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (2/4/2021). Pada libur Paskah PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 185.916 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek, meningkat 41,60 ?ri lalu lintas normal. ANTARA FOTO/ Fakhri Hermansyah/hp.

Travel gelap

Lebih lanjut, Adita menyampaikan, adanya larangan mudik memang bukan berarti tidak ada pergerakan mobilitas. Sebab, beberapa sektor justru masih harus tetap melakukan aktivitas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.