Jokowi Dukung Penyusunan Peraturan Legalitas Kendaraan Modifikasi

Kompas.com - 15/04/2021, 15:51 WIB
Ratusan motor custom peserta Kustomfest 2019. Kompas.com/DonnyRatusan motor custom peserta Kustomfest 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Modifikasi kendaraan di Indonesia belum memiliki dasar hukum yang kuat. Sehingga, sering kali kendaraan tersebut dinilai menyalahi persyaratan teknis dan laik jalan.

Memodifikasi kendaraan dinilai sudah melanggar Pasal 285 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Baca juga: Mau Legalkan Motor Custom, IMI Pastikan Tak Ganggu Pemegang Merek

Pasal tersebut berbunyi, setiap pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan seperti spion, lampu utama, lampu rem, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan instansi terkait menyusun peraturan legalitas kendaraan modifikasiDok. Bamsoet Ikatan Motor Indonesia (IMI) dan instansi terkait menyusun peraturan legalitas kendaraan modifikasi

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo, mengatakan, Presiden Joko Widodo mendukung pengembangan industri modifikasi otomotif karya anak bangsa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagai pecinta kendaraan modifikasi, Presiden Joko Widodo juga mendukung upaya IMI bersama Kementerian Perindustrian, Kementerian Perhubungan dan instansi terkait lainnya untuk menyusun peraturan legalitas kendaraan modifikasi.

Baca juga: Motor Custom Tak Melakukan Uji Tipe Bakal Didenda Rp 24 Juta

"Dukungan Presiden Joko Widodo tidak lepas karena bidang usaha modifikasi otomotif termasuk dalam turunan lima sektor bidang manufaktur yang mendapat prioritas pengembangan dalam mempersiapkan Indonesia memasuki era Revolusi Industri 4.0," ujar pria yang akrab disapa Bamsoet, dalam keterangan resminya.

Puluhan mobil klasik ramaikan Kustomfest 2019Kompas.com/Donny Puluhan mobil klasik ramaikan Kustomfest 2019

Bamsoet menambahkan, melalui kehadiran legalitas yang jelas, para modifikator memiliki acuan yang jelas dalam memodifikasi kendaraannya agar bisa legal digunakan di jalan raya.

"Sekaligus menggairahkan industri modifikasi otomotif yang saat ini sedang digandrungi di Indonesia, bahkan juga dunia," kata Bamsoet.

Baca juga: Kata Builder Soal Wacana Pelegalan Motor Custom

Bamsoet mengatakan, Presiden Jokowi sangat antusias saat mendengar penjelasan Rifat Sungkar tentang kemampuan anak-anak muda Indonesia dibidang modifikasi, baik motor maupun mobil. Bahkan karyanya sudah tersebar di manca negara. Hanya kerap terkendala masalah legalitas untuk bisa sampai ke jalan raya.

Ratusan motor custom peserta Kustomfest 2019.Kompas.com/Donny Ratusan motor custom peserta Kustomfest 2019.

Menurut Bamsoet, Presiden menegaskan bahwa pengembangan usaha modifikasi otomotif bisa menjadi salah satu penyelamat perekonomian dari keterpurukan akibat pandemi Covid-19. Sekaligus memajukan UMKM dan ekonomi kreatif, serta membuka banyak lapangan kerja dan menggairahkan perekonomian nasional.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.