Mendekati Bulan Ramadhan, Okupansi Bus AKAP Meningkat

Kompas.com - 12/04/2021, 10:22 WIB
Sejumlah penumpang bus tengah bersiap untuk menaiki salah satu layanan bus dari Terminal Poris Plawad, Minggu (11/4/2021). KOMPAS.com/MUHAMMAD NAUFALSejumlah penumpang bus tengah bersiap untuk menaiki salah satu layanan bus dari Terminal Poris Plawad, Minggu (11/4/2021).

JAKARTA, KOMPAS.com – Pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia sangat memengaruhi jumlah penumpang bus. Sejak awal pandemi, okupansi penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tidak sampai 50 persen.

Belum lagi dengan adanya pelarangan mudik 2021 yang dilakukan pada tanggal 6 sampai 17 Mei, tentu membuat operasional bus AKAP dipaksa berhenti. Dengan begitu, tentunya PO bus AKAP tidak mendapatkan pemasukan di periode tersebut.

Namun ketika mendekati bulan Ramadhan, ada peningkatan okupansi dari bus AKAP. Seperti yang dikatakan oleh Ismuyoko, Staf Operasional PO Putera Mulya. Dia mengatakan kalau ada peningkatan penumpang dari arah Jakarta.

Baca juga: Trik Pemudik Akali Petugas di Pos Penyekatan Larangan Mudik

Penumpang tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (3/1/2021). Berdasarkan data Dishub Terminal Kampung Rambutan per tanggal 2 Januari 2021 jumlah penumpang bus yang tiba di Jakarta sebanyak 34.220 penumpang, sementara pemudik yang diberangkatkan menuju luar Jakarta melalui Terminal Kampung Rambutan sebanyak 15.059 penumpang.ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA Penumpang tiba di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (3/1/2021). Berdasarkan data Dishub Terminal Kampung Rambutan per tanggal 2 Januari 2021 jumlah penumpang bus yang tiba di Jakarta sebanyak 34.220 penumpang, sementara pemudik yang diberangkatkan menuju luar Jakarta melalui Terminal Kampung Rambutan sebanyak 15.059 penumpang.

“Arus dari Jakarta lagi ramai, okupansinya di atas 70 persen. Mereka naik bus dari Jakarta menuju kota-kota di Jawa Tenga dan Jawa Timur,” ucap Ismuyoko kepada Kompas.com, Sabtu (10/4/2021).

Begitu juga yang dikatakan oleh Pemilik PO Sumber Alam Anthony Steven Hambali. Anthony mengatakan, okupansi bus AKAP sedang baik, karena belum masuk bulan puasa.

Baca juga: Mengapa Truk Gemar Jalan Lambat di Lajur Kanan?

“Maret kemarin penumpang di angkat 30 persen, hingga April ini di angka 40 persen. Semoga terus membaik hingga tanggal 6 Mei 2021,” ucap Anthony kepada Kompas.com.

Mengingat pada tanggal 6 Mei 2021, operasional bus AKAP akan dihentikan sementara sampai tanggal 17 Mei 2021. Hal ini dilakukan untuk mengikuti larangan mudik 2021 demi mengurangi angka penyebaran Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X