Pengguna Knalpot Aftermarket Harus Uji Tipe, tapi Tak Bisa Perorangan

Kompas.com - 09/04/2021, 16:11 WIB
Knalpot aftermarket untuk Yamaha NMAX diklaim menaikkan tenaga hingga 3 Tk. KompasOtomotif-Donny AprilianandaKnalpot aftermarket untuk Yamaha NMAX diklaim menaikkan tenaga hingga 3 Tk.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini, pihak kepolisian mengatakan bahwa knalpot aftermarket boleh digunakan. Tapi, motor yang digunakan harus uji tipe terlebih dahulu.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Fahri Siregar, mengatakan, kendaraan bermotor itu semuanya wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

Selain itu, harus mendapatkan surat registrasi uji tipe yang menyatakan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan.

Baca juga: Pengguna Knalpot Aftermarket Harus Uji Tipe, Biaya Tembus Rp 10 Juta

"Jadi, kalau dimodifikasi kan mengubah susunan secara teknis dan bisa juga mengubah secara laik jalan, karena kebisingan suaranya tidak memenuhi persyaratan desibel," kata Fahri, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Knalpot aftermarketStanly/Otomania Knalpot aftermarket

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurutnya, dengan mengganti knalpot standar menggunakan knalpot aftermarket sudah mengubah sistem pembuangan kendaraan bermotor.

Knalpot aftermarket tidak apa-apa digunakan, asal ada pernyataan bahwa knalpot tersebut sudah lolos uji tipe.

"Knalpot yang tidak standar tapi memenuhi persyaratan teknis, boleh saja digunakan, yang penting dia uji tipe," ujar Fahri.

Ternyata, pemerintah sendiri belum membuat aturan teknis untuk uji tipe knalpot aftermarket. Hingga saat ini, belum ada juga Standar Nasional Indonesia (SNI) yang sudah ditetapkan untuk komponen tersebut.

Baca juga: Pasang Valvetronic, Solusi Mobil yang Pakai Knalpot Bising

Risal Wasal, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan, mengatakan, prinsipnya setiap tipe kend bermotor yang sudah punya Sertifikat Uji Tipe (SUT), untuk setiap series produksi atau impor tidak boleh ada perubahan-perubahan yang menyebabkan perubahan unjuk kerja dari tipe tersebut.

"Penggantian knalpot selain mengubah terkait uji noise, juga bisa mengubah hasil uji emisi," kata Risal.

Risal menambahkan, saat ini belum ada juknis (petunjuk teknis) untuk uji tipe parsial. Jadi, mesti uji tipe lengkap lagi dan yang mengajukan tidak bisa perorangan.

Pilihan knalpot racing Honda ADV 150 di IIMS Motobike Expo 2019Kompas.com/Donny Pilihan knalpot racing Honda ADV 150 di IIMS Motobike Expo 2019

Artinya, jika seseorang ingin legal menggunakan knalpot racing atau knalpot aftermarket, harus melakukan uji tipe dengan paket lengkap. Biayanya bisa tembus sampai 10 jutaan.

Tapi, disebutkan juga yang mengajukan tidak bisa perorangan atau dengan kata lain harus dari pihak manufaktur.

Baca juga: Knalpot Aftermarket Dilarang, Penganggur Bisa Bertambah

"Modifikasi lain yang sering ditemukan di masyarakat, seperti mengganti ukuran ban, dan pelek, memundurkan wheelbase, ini sama halnya dengan penggantian knalpot, semestinya juga tidak diperbolehkan," ujar Risal.

Ketika Kompas.com menanyakan bagaimana cara agar modifikasi yang dilakukan bisa legal di jalan, Risal menyarankan untuk ajukan uji tipe. Meskipun, sebelumnya dia katakan tidak bisa diajukan oleh perorangan.

"Ajukan uji tipe, untuk varian baru," ujar Risal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X