Berantas ODOL, Pelabuhan Diminta Pasang Alat Timbang

Kompas.com - 06/04/2021, 09:02 WIB
Ratusan kendaraan yang akan menyebrang ke Sumatera antre memadati Dermaga Pelabuhan Merak sebelum masuk kapal ferry di Merak, Cilegon, Banten, Sabtu (2/12/2017). Meski dampak siklon tropis Dahlia belum sepenuhnya normal, otoritas Syahbandar dan PT ASDP Merak secara bertahap membuka kembali layanan penyeberangan dengan mengoperasikan 22 kapal ferry ukuran besar di atas 15 ribu GT untuk mengurai kemacetan kendaraan yang sempat mencapai 6 kilometer hingga KM-96 ruas tol Tangerang-Merak. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANRatusan kendaraan yang akan menyebrang ke Sumatera antre memadati Dermaga Pelabuhan Merak sebelum masuk kapal ferry di Merak, Cilegon, Banten, Sabtu (2/12/2017). Meski dampak siklon tropis Dahlia belum sepenuhnya normal, otoritas Syahbandar dan PT ASDP Merak secara bertahap membuka kembali layanan penyeberangan dengan mengoperasikan 22 kapal ferry ukuran besar di atas 15 ribu GT untuk mengurai kemacetan kendaraan yang sempat mencapai 6 kilometer hingga KM-96 ruas tol Tangerang-Merak.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, melakukan empat tahapan strategis dalam memberantas peredaran truk Over Dimension Over Loading (ODOL) di pelabuhan.

Keempat langkah tersebut dimulai dengan pemberian edukasi atau cara preventif, penegakan hukum, membangun terminal barang yang terintegrasi, serta insentif bagi angkutan barang.

Untuk penegakan hukum juga akan diciptakan komitmen Zero ODOL pada 2023, yakni melalui penegasan aturan International Maritime Organization (IMO) atas ODOL pada truk kontainer.

Baca juga: Kesal KIR Diambil Dishub, Sopir Truk Blokade Jalan

Selain itu, ada juga pembentukan satgas (task force) normalisasi, penyedikan dan penuntutan bagi oknum yang masih melanggar ketentuan, serta penurunan barang juga penundaan perjalanan.

Sejumlah kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera antre hingga keluar area pelabuhan setelah layanan penyeberangan Merak-Bakauheni ditutup sementara di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (30/11/2017).  Pihak Syah Bandar bersama PT ASDP terpaksa menutup sementara layanan penyeberangan ferry dari Merak ke Sumatera mulai Kamis pukul 17.45 WIB hingga waktu yang belum ditentukan akibat kondisi cuaca sangaat ekstrem dampak dari siklon tropis Dahlia.ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMAN Sejumlah kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera antre hingga keluar area pelabuhan setelah layanan penyeberangan Merak-Bakauheni ditutup sementara di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis (30/11/2017). Pihak Syah Bandar bersama PT ASDP terpaksa menutup sementara layanan penyeberangan ferry dari Merak ke Sumatera mulai Kamis pukul 17.45 WIB hingga waktu yang belum ditentukan akibat kondisi cuaca sangaat ekstrem dampak dari siklon tropis Dahlia.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mengatakan, semua program yang dijalankan sudah cukup baik. Namun, tetap dibutuhkan kesadaran semua pihak yang terkait, termasuk kepolisian untuk melakukan tindakan truk ODOL yang melintas di jalan raya.

"Harus dilakukan secara intensif kebijakan ini dan juga untuk pihak pelabuhan bisa lebih tegas lagi tidak menerima truk yang memuat barang melebihi kapasitas, karena ini semata-semata menyangkut keselamatan bersama," kata Aras disitas dari situr resmi DPR RI, Sabtu (3/4/2021) lalu.

Tak hanya itu, Aras juga mengimbau pihak swasta agar sadar memuat truknya dengan kebijakan yang sudah ditetapkan pemerintah. Hal tersebut agar permasalahan ODOL bisa terselesaikan.

Baca juga: Makin Galak, Kemenhub Potong 10 Truk ODOL di Bogor

Pemotongan Truk ODOL, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi SetiyadiKEMENHUB Pemotongan Truk ODOL, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi

"Sekuat apapun pemerintah apabila masih ada oknum yang melakukan hal melanggar kebijakan, ini tidak akan pernah terselesaikan untuk masalah ODOL di Indonesia," ucap Aras.

Sementara itu, Tamanuri, Anggota Komisi V DPR RI, meminta kepada seluruh pihak pelabuhan untuk segera menyediakan alat timbang bagi kendaraan roda empat ke atas yang akan naik ke kapal.

Keberadaan alat tersebut sangat penting untuk menghitung secara pasti beban tonase keseluruhan kendaraan agar menghindari kapal yang kelebihan muatan, khususnya bagi truk ODOL.

Baca juga: Aturan Siap Terbit, Menhub Tegaskan Larangan Mudik Sudah Final

Pelebaran jalan di ruas tol Tangerang - Merak, Selasa (21/5/2019). Pekerjaan pelebaran jalan dimulai dari KM 39 hingga KM 51 dan dijadwalkan rampung pada September 2019 merupakan titia Irawan kemacetan saat mudik lebaran.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pelebaran jalan di ruas tol Tangerang - Merak, Selasa (21/5/2019). Pekerjaan pelebaran jalan dimulai dari KM 39 hingga KM 51 dan dijadwalkan rampung pada September 2019 merupakan titia Irawan kemacetan saat mudik lebaran.

"Jangan sampai berat beban kapal itu diukur dengan jumlah truk atau mobil mobil yang masuk, tetapi harus diukur dengan tonase. Kalau diukur dengan jumlah mobil yang masuk, tidak sama antara truk ODOL dengan truk barang biasa. Masing-masing kendaraan mempunyai berat yang berbeda," kata Tamanuri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X