Soal Pembatasan Usia Mobil Tua di DKI Jakarta, PPMKI Minta Solusi

Kompas.com - 02/04/2021, 14:14 WIB
PPMKI rayakan hari jadi ke-39 di Bali dok PPMKIPPMKI rayakan hari jadi ke-39 di Bali
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana pelarangan mobil berusia di atas 10 tahun ke atas untuk melintas di DKI Jakarta kembali ramai dibicarakan belakangan ini.

Rencana itu kembali menggeliat karena aturannya tertuang dalam Instruksi Gubernur DKI Jakarta No. 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara.

Dalam aturan itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memerintahkan jajarannya untuk memperketat ketentuan uji emisi bagi seluruh kendaraan pribadi mulai dari tahun 2019.

Baca juga: Kesalahan yang Kerap Dilakukan Mak, Sein Kanan Belok Kiri

Deretan mobil retro yang meramaikan pameran Classic for The Young Generation yang diadakan Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) di Maxxbox Lippo Village, Tangerang, Sabtu (31/3/2018). Kompas.com/Alsadad Rudi Deretan mobil retro yang meramaikan pameran Classic for The Young Generation yang diadakan Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) di Maxxbox Lippo Village, Tangerang, Sabtu (31/3/2018).

Aturan tersebut mendapat respon dari berbagai kalangan, salah satunya Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI), yang merawat mobil-mobil tahun tua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Umum PPMKI Pusat, Ronny Arifudin mengatakan bahwa pihaknya mengembalikan ke pemerintah untuk bisa memberikan solusi kepada PPMKI.

Saat ini anggota PPMKI mengoleksi mobil mengenai perjalanan otomotif di Indonesia. PPMKI juga memelihara mobil bersejarah, di antaranya mobil eks Presiden RI pertama, Presiden Soekarno.

Baca juga: Mobil Terbakar di Tol Dalam Kota, Kenali Ciri-ciri dan Penyebabnya

Telkomsel IIMS 2019 juga dimeriahkan pameran mobil-mobil klasik.KOMPAS.com/Gilang Telkomsel IIMS 2019 juga dimeriahkan pameran mobil-mobil klasik.

“Tentunya kami juga akan negosiasi dengan pemerintah, siap mengalah. Mungkin jalannya juga akan kami batasi. Bagaimana kami diberikan solusi, privilege, supaya kami agar tetap bisa berjalan memelihara mobil ini,” kata Ronny dalam acara talkshow IIMS Virtual Phase 2, di keterangan resmi, Jumat (2/4/2021).

Ronny mengatakan, PPMKI siap bekerja sama dengan pemerintah. Klub mobil klasik ini bisa jadi corong untuk mendukung kegiatan kampanye pariwisata dan tertib berlalu lintas.

“Tujuan kami ingin berkontribusi, mendukung pemerintah salah satunya bahwa kita juga erat dengan pariwisata. Kami membantu mengampanyekan, sebagai pelaksana dari kegiatan pariwisata," katanya.

Baca juga: MotoGP 2021 Seri Kedua di Sirkuit Losail, Cek Jadwalnya Pekan ini

Corvette Sting Ray yang dibawa PPMKI curi perhatian di Telkomsel IIMS 2019.Kompas.com/Donny Corvette Sting Ray yang dibawa PPMKI curi perhatian di Telkomsel IIMS 2019.

"Ketika touring, kami pasti akan mengunjungi tempat wisata yang kami lewati. Lalu kita erat hubungannya dengan pemerintah, kepolisian dan perhubungan dengan mengampanyekan keselamatan berlalu lintas serta ketertiban lalu lintas," kata Ronny.

Dari segi ekonomi, kata Ronny, pihaknya juga bisa membantu memajukan ekonomi kreatif, yang mana saat ini cukup banyak orang bengkel atau builder yang berhubungan dengan mobil klasik.

"Kemudian juga penyediaan suku cadang, sparepart. Kehadiran montir serta pelaku bisnis sparepart ikut menggairahkan ekonomi kreatif,” katanya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.