Perlukah Pakai Tambahan Kode Tangan Saat Mau Belok

Kompas.com - 01/04/2021, 15:31 WIB
Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center (AHMSRTC), fasilitas pelatihan berkendara terbesar se-Asia Tenggara IstimewaAstra Honda Motor Safety Riding and Training Center (AHMSRTC), fasilitas pelatihan berkendara terbesar se-Asia Tenggara
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain menggunakan sein, tak jarang pengendara motor juga melambaikan tangan bahkan kaki untuk memberi tahu pengendara lain saat ingin berbelok.

Kejadian pengendara motor melambaikan tangan banyak terjadi saat lalu lintas di jalan raya ramai. Sebab jika hanya pakai sein dirasa kurang.

Baca juga: Menperin Siap Populerkan Kendaraan Listrik via Destinasi Wisata

Agus Sani, Head of Safety Riding Wahana, Main Dealer motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, mengatakan, tambahan tangan atau kaki memang bisa membantu

Jajal All New Honda Scoopy di  AHM Safety Riding and Training Center, Cikarang, Jawa Barat.Foto: AHM Jajal All New Honda Scoopy di AHM Safety Riding and Training Center, Cikarang, Jawa Barat.

"Bantuan dengan tangan dan kaki diperlukan jika kondisi jalan raya agak ramai atau padat dan kondisi kita berbelok cukup rawan, misal setelah putar balik kita langsung ambil lajur yang di seberangnya," kata Agus kepada Kompas.com, belum lama ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski demikian, kata Agus, hal itu tidak perlu dilakukan setiap waktu. Hanya saat kondisi memang sangat ramai dan mayoritas pengendara lain dalam kecepatan tinggi.

"Biasanya jika kita menengok ke arah yang akan kita tuju maka pengendara belakang juga sudah mengerti arah mana yang akan kita lewati," kata Agus.

Baca juga: Belum Dibantu Andrea Dovizioso, Aprilia Mulai Jadi Ancaman

 

lampu sein motorKompas.com/Fathan Radityasani lampu sein motor

Agus mengatakan, terpenting ialah menggunakan lampu sein yang baik dan benar. Sebab sein merupakan alat komunikasi antar kendaraan yang dirancang khusus dan berlaku secara global.

Sein kiri untuk belok ke kiri dan sebaliknya sein kanan untuk belok ke kanan. Karena itu pengendara juga mesti memperhitungkan saat menyalakan sein, jangan terlalu dekat atau jauh.

"Sein berfungsi sebagai isyarat atau tanda, sebaiknya jarak 30 meter sebelum belok kita sudah menyalakan lampu sein, agar tidak terlalu jauh dan tidak juga terlalu dekat," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X