Ini yang Akan Dilakukan Polisi Lalu Lintas untuk Cegah Pemudik

Kompas.com - 01/04/2021, 13:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengeluarkan peraturan resmi untuk melarang mudik Lebaran Hari Raya Idul Ftri 2021 pada Jumat (26/3/2021).

Pelarangan mudik lebaran akan diberlakukan mulai 6-17 Mei 2021, atau bertepatan dengan libur Idul Fitri 2021.

Baca juga: Sering Campur BBM Beda Oktan? Ini Akibatnya

Muhadjir menjelaskan, kebijakan pelarangan mudik lebaran Idul Fitri ini berlaku untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI-Polri, karyawan BUMN, karyawan swasta, pekerja mandiri, dan seluruh masyarakat.

Ilustrasi jalan tol.Jasa Marga Ilustrasi jalan tol.

Mengingat ancaman penyebaran virus Covid-19 yang masih mengintai masyarakat yang disebabkab oleh mudik lebaran, pihak kepolisian berupaya meminimalisir angka penyebaraanya. 

Baca juga: Viral Video Truk Nekat Putar Balik di Jalan Tol, Catat Sanksinya

Menindaklanjuti hal itu Kabag Operasional Korlantas Polri, Kombes Pol. Rudy Antariksawan menjelaskan, pihaknya akan mengadakan sosialisasi mengenai pelarangan mudik lebaran menjelang 6-17 Mei 2021.

Tentunya hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pemudik yang akan melakukan pulang kampung sebelum libur Lebaran.

"Menjelang tanggal 6-17 Mei 2021, kita akan melakukan sosialisasi yang masif, biar masyarakat paham betul kalau mudik lebaran itu dilarang," kata Rudy kepada kompas.com, Kamis (01/4/2021).

Polisi menemukan enam pemudik tujuan Jawa Tengah yang bersembunyi di toilet bus AKAP guna menghindari pemeriksaan di pos penyekatan. Peristiwa tersebut terjadi di pos pengamanan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2020) pukul 22.00. Dokumentasi Polda Metro Jaya (Istimewa) Polisi menemukan enam pemudik tujuan Jawa Tengah yang bersembunyi di toilet bus AKAP guna menghindari pemeriksaan di pos penyekatan. Peristiwa tersebut terjadi di pos pengamanan Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Rabu (29/4/2020) pukul 22.00.

Rudy juga menjelaskan bahwa tindakan yang dilakukan ini untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang sampai sekarang belum selesai.

Setiap libur kasus Covid-19 juga meningkat, hal ini yang membuat pemerintah melakukan pelarangan mudik.

Baca juga: Asal Mula PO SAN, dari Satu Unit Truk Sampai Jadi Kebanggaan Bengkulu

Selain itu, Rudy mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan mudik lebaran terlebih dahulu untuk tahun ini, karena pengadan vaksin dari pemerintah juga baru saja dimulai.

Walaupun ada penurunan jumlah kasus, namun kondisi tersebut tidak bisa diartikan sudah aman dari Covid-19.

"Nanti kalau dipaksakan bisa menulari yang didatangi, kalau dia berangkat sehat kemudian disana kena bisa menulari yang sini. Biar masyarakat juga paham, banyak sekali alasan bagi pemerintah untuk melarang mudik, itu juga demi kebaikan," ucap Rudy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.