Jalan Tol Banjir, Pengelola Diminta untuk Ganti Rugi

Kompas.com - 13/03/2021, 11:15 WIB
Banjir di Tol Cikampek, tepatnya di Pondok Gede Timur, Selasa (25/2/2020) pagi. KOMPAS.com/CYNTHIA LOVABanjir di Tol Cikampek, tepatnya di Pondok Gede Timur, Selasa (25/2/2020) pagi.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kejadian banjir belakangan tak hanya menggenangi wilayah permukiman atau daerah bantaran kali, tapi juga jalan tol. Seperti banjir yang terjadi di Tol Jakarta-Cikampek, Jakarta-Tangerang, dan tol dalam kota Cawang, beberapa minggu lalu.

Banjir di jalan tol tentunya merugikan banyak konsumen, mulai dari kerusakan mobil, sampai rugi waktu karena terjebak macet.

Menurut Ketua Komunitas Konsumen Indonesia David Tobing, seharusnya jalan tol tidak banjir. Sebab, pengelola jalan punya tanggung jawab untuk memelihara sistem drainase.

Baca juga: Marak Atlet Lempar Batu ke Bus dan Truk, Sangat Meresahkan

Jalan tol banjir, Jasa Marga siagakan alat penyedot air untuk mengatasi genanganJasa Marga Jalan tol banjir, Jasa Marga siagakan alat penyedot air untuk mengatasi genangan

"Itu merupakan syarat salah satu komponen dari standar pelayanan minimum (SPM),” ujar David, dalam webinar (Badan Perlindungan Konsumen Indonesia) BPKN yang disiarkan melalui Youtube (12/3/2021).

“Pertanyaannya kenapa air itu tidak bisa dikeluarkan dari jalan tol? Atau kenapa drainase-drainase itu tidak berfungsi dengan baik," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, David mengatakan bahwa pengendara yang merasa dirugikan akibat banjir di jalan tol bisa menuntut ganti rugi.

Baca juga: Motor Disita karena Pakai Knalpot Racing, kenapa Tak Ditilang Saja?

Tangkapan layar Kompas TV, banjir setinggi 150 sentimeter merendam Jalan TB Simatupang pada Sabtu (20/2/2021)Tangkapan layar Kompas TV Tangkapan layar Kompas TV, banjir setinggi 150 sentimeter merendam Jalan TB Simatupang pada Sabtu (20/2/2021)

Hal itu tertuang dalam pasal 87 Peraturan Pemerintah No. 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol yang menyebutkan, "Pengguna jalan tol berhak menuntut ganti kerugian kepada Badan Usaha atas kerugian yang merupakan akibat kesalahan dari Badan Usaha dalam pengusahaan jalan tol."

Kemudian pada Pasal 92 disebutkan, badan usaha wajib mengganti kerugian yang diderita oleh pengguna jalan tol sebagai akibat kesalahan dari Badan Usaha dalam pengusahaan jalan tol.

Ketua BPKN RI Rizal E. Halim, juga mengatakan, usai kejadian tersebut pihaknya pun menuntut beberapa hal sesuai dengan peraturan pemerintah.

Baca juga: Tak Perlu Ribet, Begini Cara Daftar SIM secara Online

Ilustrasi perbaikan jalan di ruas tol Jakarta-Cikampek.DOK. JASA MARGA Ilustrasi perbaikan jalan di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Pertama, Badan Usaha Jalan Tol wajib memberikan kompensasi ganti rugi ketika terjadi komplain terhadap kasus banjir kemarin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.