Kembangkan Xpander Hybrid, Mitsubishi Tambah Investasi di Indonesia

Kompas.com - 11/03/2021, 09:51 WIB
Mitsubishi Xpander Black Edition hadir dalam dua varian transmisi yakni manual dan AT. Mitsubishi menawarkan dua pilihan warna yakni quartz white pearl dan jet black mica. Xpander Black Edition dibanderol Rp 257,1 juta untuk transmisi manual dan Rp 267,5 juta untuk varian AT
APHIT McKleinMitsubishi Xpander Black Edition hadir dalam dua varian transmisi yakni manual dan AT. Mitsubishi menawarkan dua pilihan warna yakni quartz white pearl dan jet black mica. Xpander Black Edition dibanderol Rp 257,1 juta untuk transmisi manual dan Rp 267,5 juta untuk varian AT

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Mitsubishi Motors Corporation (MMC) siap mengelontorkan investasi tambahan sebesar Rp 11,2 triliun di Indonesia.

Kepastian investasi dari Mitsubishi dikantongi Kementerian Perindustrian (Kemenperin), usia melakukan pertemuan dengan pelaku industri otomotif dalam rangka kunjungan kerja di Tokyo, Jepang.

Adapun komitmen dari Mitsubishi menambah investasi dilakukan sebagai langkah ekspansi kapasitas produksi mobilnya di Tanah Air, termasuk dalam hal perluasan ekspor.

Baca juga: Marak Sindikat Pemalsuan BPKB dan STNK, Ingat Cara Cek yang Asli

Mitsubishi Xpander diekspor ke Filipina, Rabu (25/4/2018).FEBRI ARDANI/KOMPAS.com Mitsubishi Xpander diekspor ke Filipina, Rabu (25/4/2018).

"Mereka memberikan komitmen kepada kita bahwa pada akhir 2025 akan ada penambahan investasi sebesar Rp 11,2 triliun sehingga terjadi peningkatan kapasitas dari 220.000 menjadi 250.000 unit kendaraan," ujar Agus dalam keterangan resmi KBRI Tokyo, Rabu (10/3/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya itu saja, Agus menyatakan Mitsubishi nantinya akan mengembangkan dua model kendaraan elektrifikasi, yakni Xpander hybrid dalam bentuk Sport Utility Vehicle (SUV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Kedua model tersebut akan diarahkan pengembangannya menjadi produk ekspor Indonesia. Mitsubishi juga memberikan izin kepada Agen Pemegang Merek (APM) di Indonesia, termasuk menambah sembilan negara ekspor sehingga total menjadi 39 negara tujuan.

"Mereka akan mengembangkan hybrid, memang itu pilihan bisnis mereka, tentunya kami kawal. Selain hybrid mereka juga akan melakukan investasi plug in hybrid," ucap Agus.

Baca juga: Ramaikan Elektrifikasi, Maung Pindad Siap Dikonversi Jadi Listrik

Bagian sasis, mesin, motor elektrik, baterai dari Mitsubishi Outalder PHEV.KOMPAS.com/Agung Kurniawan Bagian sasis, mesin, motor elektrik, baterai dari Mitsubishi Outalder PHEV.

"Khusus untuk jenis electric vehicle (EV), mereka masih melakukan studi terhadap model yang akan dikembangkan tetapi komitmen sudah ada," kada dia.

Setelah dengan Mitsubishi, rencananya Agus akan bertemu dengan beberapa industri otomotif Jepang lainnya. Mulai dari Honda, Daihatsu, Toyota, Mazda, dan Nissan. Tujuan utamanya guna mendorong industri terkait agar melakukan pengembangan kendaraan listrik dan memperluas pasar ekspornya dari Indonesia, termasuk ke Australia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.