Tips Menekan Potensi Tabrakan Beruntun di Cuaca Hujan

Kompas.com - 01/03/2021, 13:47 WIB
Ilustrasi mengendarai mobil saat hujan dan petir. Ilustrasi mengendarai mobil saat hujan dan petir.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tabrakan mobil beruntun di jalan bebas hambatan atau tol masih kerap terjadi di Indonesia, khususnya ketika musim penghujan.

Penyebab utamanya, pengemudi tidak mengatur jarak aman, kinerja rem yang sudah buruk, hingga tekanan pada ban mobil. Sebab dalam kondisi tersebut jalanan menjadi lebih licin.

“Pada musim hujan ini tabrakan mobil secara beruntun masih kerap terjadi namun bisa dihindarkan," kata Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000 di keterangan tertulis, Senin (1/3/2021).

Baca juga: Insentif Pajak 0 Persen Resmi Berlaku, Harga Avanza Lebih Murah Rp 13 Jutaan

Ilustrasi Shutterstock Ilustrasi

Dalam upaya menekan peristiwa terkait, ia menuturkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan pengemudi. Pertama, hindari penggunaa ponsel dan fokus mengemudi.

"Mengemudi mobil adalah kegiatan penuh waktu yang tidak bisa disambi dengan aktivitas lain, ketimbang ada risiko tabrakan mobil beruntun. Simpan ponsel dan persiapkan segala kebutuhan mengemudi dengan baik, seperti, kartu uang elektrobik, makanan, dan minuman," kata dia.

Kemudian, patuhi batas kecepatan di ruas tersebut. Mobil yang terlalu pelan, membuat pengendara lain di belakang sulit mengantisipasi jarak dan laju mobil.

Sedangkan kendaraan yang melaju terlalu kencang bisa berpotensi memicu kecelakaan jika gagal dikendalikan. Terlebih, saat mobil mengalami aquaplaning.

Baca juga: Kebiasaan Pengemudi yang Bikin Transmisi Matik Macet atau Rusak

Ilustrasi servis di Bengkel Auto2000Auto2000 Ilustrasi servis di Bengkel Auto2000

"Ketiga, jaga jarak aman antar mobil. Cara termudahnya dengan teknik berhitung minimal 3 detik," papar Imansyah.

Perhitungannya sederhana, pengemudi mobil bisa menentukan patokan benda statis yang dilalui mobil di depan, seperti tiang lampu penerangan jalan.

Lalu mulai berhitung 3 detik. Ketika melintasi benda itu tepat masuk 3 detik, artinya jarak antar mobil masih aman.

Baca juga: Menakar Modal Biaya Bikin Mobil Drift Buat Pemula

"Waktu 3 detik atau lebih cukup untuk merespons situasi darurat agar tak terjadi tabrakan mobil beruntun," katanya.

Terakhir ialah perawatan berkala agar kendaraan yang digunakan selalu dalam keadaan prima dan layak jalan. Jangan sampai hal sepele buat celaka diri sendiri dan orang banyak.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X