Ada Insentif PPnBM, Kapan Penjualan Mobil Kembali ke Titik Normal?

Kompas.com - 24/02/2021, 09:02 WIB
Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWAIlustrasi penjualan mobil.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah telah memastikan pembelian mobil baru yang sesuai kriteria akan dibebaskan dari Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), khususnya pada tahap pertama relaksasi yang berlangsung tiga bulan.

Meski begitu, adanya diskon pajak ternyata tidak serta merta membuat penjualan bisa meningkat drastis.

Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, mengatakan, masih butuh waktu mengembalikan penjualan mobil ke titik normal sekitar 1 juta unit per tahun.

Baca juga: MPV Murah Januari 2021 Meredup, Penjualan Avanza Anjlok Livina Nol

Ilustrasi Pabrik Honda Prospect Motor di Karawang, Jawa Barat.Otomotifnet Ilustrasi Pabrik Honda Prospect Motor di Karawang, Jawa Barat.

Gaikindo prediksi tahun ini 750.000 unit, saya kira kembali ke sebelum pandemi tahun ini masih sulit,” ujar Billy, saat ditemui di Jakarta, Selasa (23/2/2021).

“Kalau kami compare tahun lalu dengan Maret 2020 dan Maret 2019, penjualan selama pandemi itu baru setengahnya. Apakah bisa kembali ke masa itu, kami butuh persiapan untuk menyerap demand yang ada,” katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Billy juga mengatakan, saat ini semua pihak tengah melakukan persiapan untuk aktif lagi melakukan produksi skala besar.

Baca juga: Belajar dari Motor Ditabrak Bus, Pengemudi Harus Waspada Selama di Jalan

Honda Brio RSKOMPAS.com/Gilang Honda Brio RS

Hal ini perlu disiapkan secara matang, lantaran insentif PPnBM harus dibarengi dengan suplai yang cukup. Jangan sampai permintaan banyak, tapi stok di diler habis.

“Saya rasa semua sama, bukan hanya APM tapi pemasok juga, mereka butuh persiapan. Jadi dari sekarang memang mulai di-brief,” ucap Billy.

“Itu mesti kita pantau benar-benar. Jangan sampai nanti ketika demand membludak, orang sudah nahan 9 bulan untuk beli mobil, tapi unitnya tidak tersedia,” tuturnya.

Baca juga: Naik Bus AKAP ke Sumatera, Begini Tips Hematnya

Ekspor Honda Brio ke Filipinadok.HPM Ekspor Honda Brio ke Filipina

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad, mengatakan, pertumbuhan penjualan mobil bisa mencapai titik normal dalam waktu dekat.

“Saya kira pertengahan tahun akan normal apalagi kalau ada (relaksasi) PPnBM,” ujar Tauhid, dalam diskusi virtual (21/2/2021).

“Dari data kita lihat tampaknya growth-nya akan meningkat lagi, katakanlah setelah di Januari, Februari, bahkan belum lagi kalau ada kebijakan ini,” kata dia.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.