Dapat Uang Rp 24 Miliar, Pria Ini Beli Xpander meski Belum Bisa Nyetir

Kompas.com - 19/02/2021, 06:38 WIB
Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil beramai-ramai.
Tribunnews/IstimewaWarga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil beramai-ramai.
Penulis Ari Purnomo
|

TUBAN, KOMPAS.com - Usai kehebohan warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur, yang beramai-ramai memborong mobil beberapa hari lalu muncul kisah-kisah unik.

Salah satunya adalah mengenai warga yang ternyata selama ini belum bisa mengemudikan kendaraan roda empat.

Meski begitu, hal itu tidak menyurutkan niat warga yang sudah mendapatkan uang miliaran rupiah itu untuk membeli mobil baru.

Kisah ini seperti halnya Wantono. Pria 40 tahun itu mengaku selama ini sama sekali belum bisa mengemudikan mobil.

Baca juga: Heboh Warga Satu Kampung Beli Ratusan Mobil Baru, Diler Kewalahan

Setiap harinya pria yang merupakan petani itu hanya menggunakan traktor untuk bekerja ke sawah. Akan tetapi, setelah mendapatkan uang mencapai Rp 24 miliar dari hasil penjualan tanahnya seluas 4,2 hektar tersebut Wantono pun langsung membeli mobil.

Wantono mendapat Rp 24 miliar setelah jual tanah 4,2 hektare. Ia pun membeli Mitsubishi Xpander meski tak bisa mengemudi. (TRIBUN JATIM/M SUDARSONO) Wantono mendapat Rp 24 miliar setelah jual tanah 4,2 hektare. Ia pun membeli Mitsubishi Xpander meski tak bisa mengemudi.

Kendaraan roda empat yang diincarnya adalah tipe multi purpose vehicle (MPV) Mitsubishi Xpander

“Memang sebelum membeli mobil ini (saya) tidak bisa nyetir, setelah beli saya belajar,“ seperti dikutip Tribunjatim.com, Kamis (18/2/2021).

Setelah memiliki mobil sendiri, Wantono pun belajar mengemudi dan diajari oleh temannya. Perlahan, Wantono bisa mengendalikan mobil yang baru saja dibelinya bersama warga lainnya.

"Ya (mengemudi) hanya di jalan desa saja, belum berani ke jalan raya ke kota,” tuturnya. Berbeda dengan warga lainnya, Wantono tidak mau jor-joran membeli mobil.

Baca juga: Cerita Sutrisno, Dapat Uang Rp 15, 8 M Langsung Beli HR-V, Xpander, Innova dan Pikap

Ia hanya membeli satu unit mobil saja untuk digunakan sebagai kendaraan pribadinya. Selain, Wantono, warga lainnya yang ternyata juga belum bisa mengemudi adalah Matrawi (55).

Meski belum bisa mengendalikan kendaraan roda empat, tetapi Matrawi langsung membeli dua unit mobil, satu Toyota Rush, dan satu lagi mobil niaga yakni pikap.

Kedua mobil tersebut dibeli Matrawi setelah mendapatkan uang penjualan tanah senilai Rp 3 miliar dari Pertamina.

Salah satu warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa timur, menunjukkan koleksi mobil yang dibeli usai menerima uang pembebasan lahan dari proyek pembangunan kilang minyak di Tuban. Selasa (16/2/2021).KOMPAS.COM/HAMIM Salah satu warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa timur, menunjukkan koleksi mobil yang dibeli usai menerima uang pembebasan lahan dari proyek pembangunan kilang minyak di Tuban. Selasa (16/2/2021).

"Saya beli dulu baru belajar, sekarang sudah bisa sedikit-sedikit, (tapi) belum berani jalan ke kota, di desa dulu," ucap Matrawi.

Kepala Cabang Bengkel Auto 2000 Tuban Ari Surjono mengatakan, warga yang membeli mobil baru kadang belum tahu akan dipakai untuk apa kendaraan tersebut.

Baca juga: Dapat Uang Miliaran Rupiah, Warga Jenu Tak Mau Beli Mobil Murah

“Ada yang membeli truk, tetapi belum tahu akan dipakai untuk apa, hanya diparkir saja. Ada juga yang membeli mobil lebih dari satu, tapi juga belum tahu akan dipakai untuk apa,” katanya.

Ari menambahkan, meski jualan mobil Toyota di Tuban mengalami peningkatan yang cukup signifikan, pihaknya tetap memberikan edukasi kepada warga.

Mengingat, tidak semua warga yang membeli mobil mengetahui mengenai perawatan mobil dan juga belum tentu bisa mengemudikan mobilnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X