Dapat Uang Miliaran Rupiah, Warga Jenu Tak Mau Beli Mobil Murah

Kompas.com - 16/02/2021, 18:42 WIB
Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil beramai-ramai.
Tribunnews/IstimewaWarga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil beramai-ramai.
Penulis Ari Purnomo
|

TUBAN, KOMPAS.com - Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur tengah viral lantaran aksi borong mobil baru.

Aksi warga membeli mobil baru ini bahkan didatangkan dalam waktu bersamaan menggunakan truk towing dan pengawalan dari kepolisian.

Bahkan jumlah mobil yang dibeli warga sudah mencapai lebih dari 176 unit, dan dimungkinkan akan terus bertambah.

Pasalnya, ada warga yang membeli lebih dari satu unit mobil dengan tipe yang berbeda. Pembeli mobil ramai-ramai ini dilakukan oleh warga Jenu setelah mendapatkan uang dari hasil penjualan tanah yang akan digunakan untuk proyek kilang minyak.

Baca juga: Pakai Mesin Toyota Hilux, Maung Pindad Bisa Servis di Bengkel Resmi?

Hasil penjualan tanah tersebut jumlahnya cukup besar dengan rata-rata mencapai Rp 8 miliar setiap warga, bahkan ada yang sampai Rp 26 miliar.

Test Drive Toyota FortunerKOMPAS.com/DIO Test Drive Toyota Fortuner

Dengan jumlah uang yang cukup besar tersebut, warga Jenu pun tidak sembarangan memilih tipe mobil yang akan dijadikan sebagai kendaraan pribadi.

Ari Surjono, Kepala Cabang Bengkel Auto2000 Tuban, mengatakan, kebanyakan warga Jenu tidak membeli mobil murah atau low cost green car (LCGC).

“Segmen kendaraan ini juga tidak ada yang LCGC, karena mereka mempunyai duit yang cukup besar. Mereka memilih mobil Rush ke atas, Avanza saja jarang,” kata Ari kepada Kompas.com, Selasa (16/2/2021).

Baca juga: Spesifikasi Maung Pindad yang Dibeli Bupati Jember Terpilih

Harga mobil yang dibeli warga Jenu, kata Ari, rata-rata harganya di atas Rp 200 juta bahkan di atas Rp 300 juta.

Kijang Innova FaceliftKOMPAS.com/Ruly Kijang Innova Facelift

“Mobil-mobil yang dibeli warga itu seperti Rush, Innova, Fortuner harga-harga mayoritas di atas Rp 300 juta,” ucapnya.

Ari juga mengatakan, jika sejak adanya pembelian tanah di wilayah Jenu penjualan mobil di Auto 2000 mengalami peningkatan yang cukup tinggi.

Tidak tanggung-tanggung sejak April 2020 penjualan mobil di wilayah Jenu, Tuban meningkat hingga 400 persen.

Baca juga: Keran Pemesanan Belum Dibuka, Bagaimana Cara Beli Maung Versi Sipil?

“Saat di tempat lain terkena dampak pandemi Covid-19, di sini (Tuban) justru marketnya naik, karena banyak warga Jenu yang membeli mobil,” tuturnya.

Ari memperkirakan, peningkatan penjualan mobil di wilayah Tuban akan terus terjadi hingga proyek kilang minyak berjalan.

“Akan terus naik penjualan mobil, nanti kalau proyek kilang minyak sudah berjalan kan banyak kontraktor yang masuk ke dalamnya untuk proses pembangunan,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.