Semarang Banjir, Begini Cara Aman Terjang Genangan Pakai Mobil Matik

Kompas.com - 07/02/2021, 07:41 WIB
Banjir di kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (6/2/2021) KOMPAS.com/RISKA FARASONALIABanjir di kawasan Kota Lama Semarang, Sabtu (6/2/2021)
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Kota Semarang dan sekitarnya terpantau banjir pada Sabtu (6/2/2021), karena hujan yang sudah berlangsung beberapa hari. Pengemudi wajib berhati-hati saat melewati jalanan yang digenangi air.

Pasalnya, tanpa persiapan dan pengetahuan yang cukup, mobil bisa tiba-tiba mogok di tengah jalan. Kondisi ini bakal merepotkan, karena bantuan belum tentu cepat sampai ke lokasi Anda.

Untuk itu, Anda harus paham cara berkendara aman saat melewati genangan. Khususnya bagi yang menggunakan mobil bertransmisi otomatis.

Baca juga: Rumors Terbaru Toyota Land Cruiser LC300, Meluncur Mei 2021

Tuas transmisi mobil matik Tuas transmisi mobil matik

Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel Worner Matic, mengatakan, aman atau tidak mobil matik bisa menerjang banjir harus melihat seberapa tinggi genangan air yang akan dilalui.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau terlihat ketinggian genangan melebihi setengah ban sebaiknya putar arah, risiko mogok dan rusak besar," ujar Hermas, kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Kalau ketinggian genangan air setengah ban ke bawah masih ada peluang untuk bisa diterjang. Masukkan tuas transmisi ke low gear (D2, D1, atau L) selama melintasi genangan air banjir.

Baca juga: Honda CR-V Facelift Sudah Bisa Dipesan, Bayar Tanda Jadi Cuma Rp 10 Juta

Sejumlah kendaraan menerobos banjir di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari membuat sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam banjir.ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN Sejumlah kendaraan menerobos banjir di Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, Sabtu (8/2/2020). Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Sabtu (8/2) dini hari membuat sejumlah kawasan di Ibu Kota terendam banjir.

"Tujuannya untuk menciptakan rasio gigi besar yang menghasilkan torsi optimal untuk mobil bisa merangkak tanpa khawatir gigi berpindah. Kalau ada fitur tiptronic atau mode manual bisa dipakai untuk stay di gigi 1" ucap Hermas.

Jangan lupa juga untuk jaga jarak cukup jauh dengan kendaraan di depan. Hal ini dilakukan untuk menghindar, jika sewaktu-waktu kendaraan di depan mendadak berhenti atau mogok.

"Kalau terpaksa berhenti, mainkan pedal rem atau rem parkir dengan tetap menginjak pedal gas. Triknya seperti mobil manual saat tahan kopling, supaya putaran mesin tetap terjaga," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.