Banyak yang Belum Tahu, Toleransi Waktu Maksimal Mengemudi Per Hari

Kompas.com - 29/01/2021, 10:42 WIB
Ilustrasi mengemudi. SHUTTERSTOCKIlustrasi mengemudi.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pada masa pandemi seperti saat ini, banyak orang memilih untuk melakukan road trip atau perjalanan dengan mobil pribadi untuk berlibur. Kondisi ini dianggap lebih aman oleh sebagian orang dibanding harus naik kendaraan umum.

Melakukan perjalanan jauh, tentunya pengemudi harus beristirahat. Selain itu, bisa juga disiasati dengan membawa pengemudi pengganti yang bisa menggantikan saat sopir pertama kelelahan, jadi bisa sampai tujuan lebih cepat.

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, kalau ada penumpang yang bisa menggantikan memang bagus. Namun, tetap ada batasan waktu toleransi lama orang mengemudi dalam satu hari. Hitungan ini banyak orang belum tahu dan menyangkut keselamatan berkendara.

Baca juga: 3 Detik Penyelamat Hidup, Wajib Dipahami Pengguna Jalan Tol

Ilustrasi jalan tol.Jasa Marga Ilustrasi jalan tol.

Maksimal mengemudi dalam sehari itu 10 jam. Bukan masalah merasa bisa lebih dari itu, tapi ada bahaya yang harus digarisbawahi,” ucap Sony kepada Kompas.com, Kamis (28/1/2021).

Sony menambahkan, bahaya dari mengemudi lebih dari 10 jam adalah kemampuan fisik manusia ada batasnya dalam beraktivitas. Ketika dipaksakan, artinya sudah melawan kemampuan diri.

“Itu kenapa kecelakaan yang melibatkan bus malam, tinggi. Bukan hanya kemampuan mobilnya yang terbatas, tetap pengemudinya juga,” kata Sony.

Baca juga: Adu Tarif Bus Selonjoran dan Double Decker Trayek Jakarta–Yogyakarta

Selain itu, jika pengemudinya bergantian, beristirahat di kabin belum tentu memiliki kualitas tidur yang baik. Namun, bisa menjadi hal yang bagus agar pengemudi yang beristirahat bisa menggerakkan badannya, jadi tidak kaku.

Mengemudi itu duduk sempurna, mata hanya melihat terbatas, dua tangan pegang setir, kaki stand by di dek dan pedal gas, itu kan stagnan, geraknya terbatas. Berbeda dengan duduk sebagai penumpang,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.