Klakson yang Berubah Fungsi dari Alat Komunikasi Jadi Luapan Emosi

Kompas.com - 28/01/2021, 10:02 WIB
Ilustrasi klakson tribunnews.comIlustrasi klakson

 

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan bermotor baik mobil dan sepeda motor dilengkapi klakson. Fungsi klakson ialah sebagai alat komunikasi dengan pengemudi lain.

Saat ini fungsi klakson sedikit bergeser dari yang sebelumnya sebagai alat komunikasi menjadi tempat luapan emosi. Hingga tak jarang timbul gesekan di jalan karena klakson.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, meski sepele penggunaan klakson di jalan juga mesti pakai etika.

Baca juga: Geber-geber Motor di Jalan, Ciri Pengendara Miskin Empati

Pengguna kendaraan bermotor macet di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2013). Pembenahan sarana angkutan umum mendesak dilakukan untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang tiap hari mendera Jakarta.
KOMPAS/AGUS SUSANTO Pengguna kendaraan bermotor macet di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2013). Pembenahan sarana angkutan umum mendesak dilakukan untuk mengurai kemacetan lalu lintas yang tiap hari mendera Jakarta.

"Jadi memang ada bahasa yang mesti dipahami dalam menggunakan klakson. Penggunaannya mesti pakai etika. Patokannya apa? nadanya, kalau panjang 'tettt...' orang lain bisa marah," kata Jusri kepada Kompas.com, Rabu (27/1/2021).

Panjang pendek klakson punya makna yang berbeda. Sebab klakson tidak bisa berbicara, sehingga panjang bunyinya bisa diinterpretasikan lain.

"Di luar negeri pengunaan klakson itu termasuk jarang, bahkan kalau penggunaan klakson tidak penting orang bisa marah. Masalahnya klakson di negara kita dianggap sebagai hal biasa," katanya.

Senada dengan Jusri, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana mengatakan, klakson sebaiknya hanya digunakan saat keadaan penting.

Baca juga: Kisaran Biaya Modif Motor Bebek Jadi Honda Monkey

Lampu lalu lintas (traffic light di persimpangan Pangkalan Jati, Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, tidak berfunsi, Jumat (27/9/2019).KOMPAS.COM/DEAN PAHREVI Lampu lalu lintas (traffic light di persimpangan Pangkalan Jati, Jalan Raya Kalimalang, Duren Sawit, Jakarta Timur, tidak berfunsi, Jumat (27/9/2019).

“Asumsinya bisa baik, marah, kaget, agresif dan lainnya. Namun sebaiknya bisa mengurangi kebiasaan membunyikan klakson, karena kita hanya membutuhkannya ketika penting,” katanya.

Sony mengatakan, pengunaan klakson yang berlebihan merupakan salah satu cerminan dari tingkat ketertiban berkendara di negara atau daerah tersebut.

“Ketika semua pengendara menerapkan gaya mengemudi yang safety, tidak akan ada klakson di jalan raya," kata Sony.

"Bisa dilihat di negara-negara tetangga, yang sudah lebih tertib dalam berkendara, mereka minim sekali menggunakan klakson,” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X