Setelah Mobil Terabas Genangan Air, Sistem Pengereman Langsung Bermasalah?

Kompas.com - 26/01/2021, 12:01 WIB
Caption : Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTO AGUS SUSANTO Caption : Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014). Luapan kali mulai menggenangi permukiman dan memutus jalan sejak Senin dini hari. KOMPAS/AGUS SUSANTO
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Rem menjadi perangkat pada kendaraan yang juga perlu mendapatkan perhatian, agar tetap berfungsi secara sempurna dalam mengurangi laju kendaraan.

Selain melakukan perawatan secara rutin, rem juga perlu untuk dicek kondisi kebersihannya terutama pada bagian kampas dan cakramnya.

Posisi yang berada di bawah, membuat komponen ini sering kali bersentuhan dengan air dan kotoran. Terlebih dalam kondisi musim hujan seperti sekarang ini.

Tidak jarang pula, perangkat ini terendam air ketika mobil digunakan untuk menerjang jalanan yang tergenang air hujan.

Baca juga: Bisa atau Tidak SIM Gantikan KTP Saat Bayar Pajak Kendaraan?

Ada yang percaya bahwa setelah melaju di jalan yang tergenang, kampas dan cakram harus segera dibersihkan, jika tidak sistem pengereman bisa macet.

Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.STANLY RAVEL-KOMPAS.com Ilustrasi kampas rem mobil dan piringan cakram.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Benarkah, rem bisa mengalami macet ketika mobil digunakan untuk menerabas genangan air?

Dealer Technical Support Dept Head PT Toyota Astra Motor TAM Didi Ahadi mengatakan, mobil yang digunakan di jalanan yang tergenang air tidak serta merta membuat rem macet.

Rem akan tetap bisa berfungsi sebagaimana mestinya, meskipun usai digunakan di jalanan yang terendam air.

“Jika kendaraan terus melaju atau dikendarai, tidaklah masalah. Hal ini karena panas pada perangkat pengereman akan membuat air menguap,” kata Didi kepada Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

Baca juga: Ini Alasan Kenapa KTP Jadi Syarat Wajib Saat Bayar Pajak Kendaraan

Meski begitu, Didi tidak menampik jika sistem pengurang laju kendaraan ini juga bisa mengalami macet atau tidak bisa berfungsi sempurna jika terkena air.

Tetapi, tidak hanya sekadar terkena air saja melainkan ada faktor penyebab lainnya yang bisa membuat rem menjadi macet.

Mengenali gejala kampas rem menipiswww.team-bhp.com Mengenali gejala kampas rem menipis

“Jadi tergantung juga dengan kondisi air yang dilewati oleh mobil, misalkan seberapa tinggi airnya, berapa lama rem tergenang dan faktor penyebab lainnya,” ujar Didi.

Rem bisa macet, tambah Didi, jika setelah melewati banjir kemudian mobil didiamkan atau tidak dikendarai dalam waktu yang lama.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Satu Tahunan Bisa Diwakilkan, Ini Syaratnya

Kondisi ini bisa menyebabkan kampas rem akan menempel ke bagian cakram atau tromol, sehingga bisa menyebabkan macet.

“Biasanya kampas rem yang menempel kemudian dipaksa jalan masih bisa lepas dengan sendirinya. Tetapi, jika sudah menempel dan berkarat kadang tidak langsung lepas dari cakram atau tromol,” ucapnya.

Jika hal ini yang terjadi, maka perangkat sistem pengereman tersebut harus dibongkar dan dibersihkan sehingga bisa kembali berfungsi normal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.