kolom

Mobil Listrik di Indonesia: Kemarin, Kini dan Esok

Kompas.com - 24/01/2021, 18:43 WIB
Ilustrasi mobil listrik tengah diisi ulang dayanya. UNPLASH.comIlustrasi mobil listrik tengah diisi ulang dayanya.

Penetrasi tinggi mobil listrik juga mungkin akan menyebabkan lonjakan permintaan listrik. Lonjakan yang tidak terukur dan terkendali akan menyebabkan gangguan saluran listrik yang kapasitasnya terbatas.

Hal ini ibarat memindahkan jalur distribusi bahan bakar minyak (BBM) oleh truk tangki BBM ke tiang-tiang listrik, dan memindahkan pom-pom bensin ke saluran-saluran listrik di rumah atau perkantoran lokasi dimana pengisian listrik untuk mobil listrik bisa dilakukan.

Sehingga diperlukan kajian lebih jauh tentang kesiapan infrastruktur kelistrikan Indonesia untuk mengadopsi mobil listrik.

Beberapa negara dengan penetrasi mobil listrik yang tinggi telah melaporkan kewalahan mereka atas lonjakan permintaan listrik yang mungkin menyebabkan kemacetan aliran listrik di titik-titik tertentu saluran listrik.

Kesadaran iklim

Pembakaran batubara dan gas alam yang lebih besar mungkin dilakukan oleh pembangkit listrik untuk memasok permintaan listrik yang lebih besar atas tingginya penetrasi mobil listrik.

Akibatnya, penggunaan bahan bakar fosil tetap terjadi, hanya berpindah dari bensin atau solar di kendaraan ke batubara atau gas alam di pembangkit listrik.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dengan demikian, di wilayah atau negara yang masih menggunakan batubara untuk sebagian besar produksi listrik, pemanfaatan mobil listrik hanya akan seperti memindahkan polusi dari jalanan ke pembakit listrik tenaga uap (PLTU).

Inilah yang akan terjadi di Jawa atau Indonesia di mana lebih dari 50 persen listrik kita berasal dari pembakaran batubara.

Pengoperasian mobil listrik memang tidak menghasilkan emisi apa pun di jalan. Namun metode yang banyak digunakan peneliti hari ini untuk melihat sistem transportasi secara keseluruhan adalah metode well-to-wheel atau dari sumber energi sampai pemanfaatannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X