PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Penjualan Mobil Berpotensi Anjlok

Kompas.com - 23/01/2021, 10:11 WIB
Pengunjung mencoba Suzuki New Jimny saat acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (02/08/2018). Pada pameran otomotif GIIAS kali ini mengusung tema Beyond Mobility yaitu mobil-mobil teknologi masa depan yang diklaim ramah lingkungan, Acara ini akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018. ANDREAS LUKAS ALTOBELIPengunjung mencoba Suzuki New Jimny saat acara Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (02/08/2018). Pada pameran otomotif GIIAS kali ini mengusung tema Beyond Mobility yaitu mobil-mobil teknologi masa depan yang diklaim ramah lingkungan, Acara ini akan berlangsung hingga 12 Agustus 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Meningkatnya jumlah kasus Covid-19, membuat pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) di Jawa dan Bali, terhitung 26 Januari sampai 8 Februari 2021.

Adanya PPKM tak hanya membatasi mobilitas masyarakat, tapi juga aktivitas perkantoran, termasuk penjualan mobil baru di diler yang wilayahnya terdampak regulasi tersebut.

Lantaran itu, beberapa agen pemegang merek (APM) memprediksi bila penjualan mobil di Januari 2021 akan turun dibandingkan bulan sebelumnya, ataupun pada Januari 2020.

Baca juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Syarat Bepergian Naik Mobil Pribadi

Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra mengatakan, penjualan pada Januari umumnya memang turun dibandingkan Desember, tapi adanya PPKM yang membuat aktivitas diler melakukan pembatasan, bisa dipastikan penjualan makin turun.

Terios 7 Wonders Kolaka Terios 7 Wonders Kolaka

"Kondisi diler Daihatsu mengikuti protokol kesehatan, hanya 25 persen yang masuk, sisanya bekerja dari rumah dengan komunikasi online, begitu juga untuk aktivitas dilakukan secara virtual," ujar Amel saat dihubungi Kompas.com, Jumat (22/1/2021).

"Penjualan Januari tanpa adanya PPKM memang cenderung droop dari Desember, tapi ditambah dengan penerapan PPKM yang juga diperpanjang, saya yakin penjualan bulan ini turun," kata dia.

Hal senada juga diucapkan Yusak Billy, Business Inovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), yang menjelaskan tren penjualan di Januari sudah terlihat menurun sejak awal bulan.

Namun demikian, Billy berharap ke depan dengan adanya program vaksin yang sudah mulai berjalan menjadi sebuah titik terang.

Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWA Ilustrasi penjualan mobil.

Baca juga: Reaksi Suzuki Indonesia soal Keputusan Produksi Jimny di India

"Melihat booking trend dua minggu ini memang lebih rendah dari periode yang sama bulan lalu. PPKM memang membatasi, tapi kami harap vaksin yang mulai berjalan bisa membuat kepercayaan masyarakat kembali beraktivitas mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan," ujar Billy.

Sementara itu, Marketing Director 4W PT Suzuki Indomobil Sales Donny Saputra mengatakan, efek PPKM memang berpotensi membuat penjualan mobil lebih turun di awal 2021. Tapi berapa persen penurunannya, belum bisa dipastikan karena masih ada beberapa hari lagi sebelum Januari berakhir.

Ilustrasi penjualan mobilKOMPAS.com/STANLY RAVEL Ilustrasi penjualan mobil

"Akhir bulan nanti baru bisa dilihat turunnya bagaimana, tapi memang seperti waktu itu awal-awal penerapan PSBB dulu, karena dibatasi maka potensi penurunan (penjualan) pasti ada," kata Donny.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X