Viral Truk Kejar-kejaran dengan Polisi, Jangan Melawan Petugas

Kompas.com - 22/01/2021, 15:19 WIB
Potongan video viral polisi kejar truk di Tol Pasuruan istimewaPotongan video viral polisi kejar truk di Tol Pasuruan

JAKARTA, KOMPAS.com – Belum lama ini tersebar sebuah video aksi kejar-kejaran antara truk dengan mobil Patroli Jalan Raya ( PJR). Dikutip dari Kompas Regional, peristiwa itu terjadi di kilometer 785 jalur B Tol Gempol-Pasuruan pada Selasa (19/1/2021) pukul 11.30 WIB.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko menjelaskan, Awalnya, truk dengan nomor polisi M 9656 UA melaju dari arah Pasuruan dengan kecepatan tinggi di jalur lambat.

Tiba di kilometer 785 jalur B Tol Gempol-Pasuruan, polisi berusaha menghentikan truk itu karena diduga mengangkut muatan yang melebihi bak kendaraan (over dimensi).

" Truk diduga over dimensi, tetapi truk tersebut tidak berhenti saat diminta berhenti, dan tetap melaju dengan kecepatan tinggi zig zag ke jalur cepat," kata Gatot saat dikonfirmasi, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Syarat Bepergian Naik Mobil Pribadi

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Romansa Sopir Truck (@romansasopirtruck)

 

Petugas patroli terus mengejar truk itu hingga kilometer 774 jalur B Tol Surabaya-Gempol. Petugas tak melanjutkan pengejaran karena dinilai berbahaya.

Menanggapi kejadian ini, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia Sony Susmana mengatakan, pengemudi truk tadi sudah tidak benar, arogan dan agresif. Saat petugas memberhentikan kendaraan lain, pasti ada alasan.

“Terbukti truknya ODOL kan, petugas berhak memberhentikan truk tersebut. Melawan petugas sama dengan melawan negara, artinya sudah kriminal. Saya mendukung tindakan yang dilakukan petugas untuk menindak driver yang seperti ini,” ucap Sony kepada Kompas.com, Jumat (22/1/2021).

Baca juga: Berapa Kisaran Biaya Rombak Bus Lama jadi Lebih Modern?

Sony mengatakan, petugas sudah melakukan hal yang benar. Tujuan truk tersebut diberhentikan dengan pertimbangan keselamatan. Jika perilaku seperti ini dibiarkan, khawatir akan lebih banyak sopir yang melawan petugas.

“Saran untuk para petugas, sebaiknya truk seperti ini diberhentikan di mulut jalan tol. Kalau sudah masuk, mereka suka cari-cari masalah dan membahayakan, seolah-olah dizolimi,” kata Sony.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X