Krisis Pasokan Cip, Honda Indonesia Pastikan Produksi Masih Aman

Kompas.com - 20/01/2021, 17:01 WIB
Ilustrasi Pabrik Honda Ilustrasi Pabrik Honda
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Honda Prospect Motor (HPM) memastikan bahwa kegiatan produksi kendaraan bermotor jenis roda empat di dalam negeri belum terkendala atas krisis komponen cip semikonduktor global.

Dijelaskan oleh Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing PT HPM, hal ini dikarenakan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) yang dimiliki oleh berbagai produk Honda sudah cukup tinggi.

"Jadi saat ini belum masalah hingga beberapa bulan ke depan, produksi tetap lancar. Tapi kita tetap monitoring juga terkait informasi itu untuk kemudian disesuaikan dengan strategi Honda Indonesia," katanya belum lama ini.

Baca juga: Soal Nasib Mobilio dan BR-V, Honda Klaim Tunggu Tanggal Mainnya

Proses produski pabrik Honda di Sayama Proses produski pabrik Honda di Sayama

Sebelumnya diketahui bahwa Honda Motor Company telah menghentikan produksi di Pabrik Swindon, Inggris selama dua hari (5-6 Januari 2021) imbas kekurangan pasokan komponen cip.

Kemudian dua pekan setelahnya atau 18 Januari 2021, pabrik yang sama memutuskan untuk kembali menghentikan kegiatan produksi karena ada masalah pasokan. Dilansir Bloomberg, Rabu (20/1/2021), rencananya pabrik akan kembali beroperasi pada 22 Januari 2021.

Di samping itu, Honda juga melihat dampak kekurangan cip di China dan sedang mempertimbangkan untuk memangkas produksi. Hanya saja kini produsen belum angkat bicara lebih rinci lagi.

Baca juga: Indonesia Optimistis Menang soal Safeguard Impor Otomotif Filipina

Pabrik Honda di Swindon, Inggriswww.swindonadvertiser.co.uk Pabrik Honda di Swindon, Inggris

Kondisi ini tercipta karena produsen cip tengah berjuang memenuhi tingginya permintaan dari perusahaan elektronik global. Alhasil, produsen mobil berisiko tak mendapatkan pasokan cip yang cukup.

Selain Honda, pada laporan yang sama disebutkan bahwa Toyota dan Nissan saat ini juga tengah terdampak pasokan cip. Sehingga, pabrik Toyota di Guangzhou, China dihentikan sementara.

Sedangkan Nissan pada 8 Januari 2021 mengumumkan pengurangan produksi Nissan Note di salah satu pabriknya yang berada di Jepang karena kekurangan pasokan cip. Produksi Note akan dipangkas menjadi 5.000 unit dari rencana semula 15.000 unit.



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X