Banyak Pengusaha Belum Sadar, Truk ODOL Justru Banyak Ruginya

Kompas.com - 20/01/2021, 09:42 WIB
Ilustrasi Truk ODOL yang ditindak dengan pemotongan menggunakan alat las. IstimewaIlustrasi Truk ODOL yang ditindak dengan pemotongan menggunakan alat las.

JAKARTA, KOMPAS.com – Truk berukuran lebih atau biasa disebut dengan Over Dimension Over Loading (ODOL) memang kerap kita temui di jalanan Indonesia. Untuk over dimension sendiri, biasanya dilakukan ubahan pada sasis dan bak truk.

Ubahan pada sasis misalnya, dengan memperpanjang sasis atau roda belakang bertujuan agar bak yang dipasang bisa lebih besar dan mampu mengangkut barang lebih banyak. Namun, melakukan hal ini sebenarnya banyak ruginya, terutama bagi pengusaha atau pemilik truk itu sendiri.

Deputy GM Product Division PT Hino Motors Sales Indonesia Prasetyo Adi Yudho mengatakan, ada banyak efek negatif dari melakukan ubahan pada sasis truk. Mulai dari kekuatan, manuver, dan daya pengereman yang berkurang.

Baca juga: Penumpang Perokok yang Semakin Terkucil di Bus AKAP

Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Imran Rasyid saat memotong 56 kendaraan over dimension milik PT Kemasan Cipta Utama (KCU) di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Kamis (15/10/2020).KOMPAS.COM/FARIDA Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Imran Rasyid saat memotong 56 kendaraan over dimension milik PT Kemasan Cipta Utama (KCU) di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Kamis (15/10/2020).

“Pertama, kekuatan dari rangka sasisnya berubah. Baik dari segi kekuatan maupun titik tumpu beban. Kedua, turning radius bertambah besar, sehingga lebih susah bermanuver,” ucap Prasetyo kepada Kompas.com, Selasa (19/1/2021).

Kondisi ini tentu akan membuat biaya perawatan truk jadi lebih mahal, karena komponen-komponen tersebut jadi lebih cepat rusak dari waktu seharunya. Artinya, pengusaha atau pemilik truk harus menyiapkan ongkos ekstra untuk biaya tambahan yang terkadang justru bikin rugi bisnis.

Ketiga, daya pengereman juga berkurang karena mengangkut beban yang lebih banyak. Tentu saja hal ini sangat berbahaya jika beroperasi di jalan umum, di mana ada banyak pengguna jalan lain.

Selain itu, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Jawa Tengah dan DI Yogyakarta Bambang Widjanarko mengatakan, truk ODOL mengubah distribusi beban truk yang biasanya 15 persen di as roda depan dan sisanya pada as roda belakang.

Baca juga: Masih Sering Ditemui Pengemudi yang Anteng di Lajur Kanan Jalan Tol

“Jika ada kendaraan yang over dimension, berarti dianggap menyalahi perhitungan teknis spesifikasi kendaraan yang bisa membahayakan. Perbandingan distribusi bebannya jadi berubah, yang depan mengecil dan belakang membesar,” kata Bambang kepada Kompas.com.

Bambang juga mengatakan, kerusakan yang disebabkan dari over dimension dan salah perhitungan distribusi beban di truk di antaranya sasis patah, pemakaian ban jadi boros, dan bearing juga lebih pendek umurnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X