Tanpa Integrasi, Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek Tembus Rp 62.500

Kompas.com - 15/01/2021, 09:51 WIB
Ilustrasi lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek jelang Tahun Baru 2021 JASA MARGAIlustrasi lalu lintas di Tol Jakarta-Cikampek jelang Tahun Baru 2021
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk, secara resmi mengumumkan bila pemberlakuan tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek (II Elevated) akan berlaku mulai 17 Januari 2021 pukul 00.00 WIB.

Adapun perubahan tarif terintegrasi dilakukan sebagai upaya efisiensi. Karena bila tidak terintegrasi, pengguna jalan Tol Jakarta-Cikampek harus melakukan transaksi sebanyak dua kali.

Selain itu, menurut Vera Kirana, Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek (JJC), bila tarif dilakukan secara terpisah atau tanpa integrasi, maka pengguna Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek akan membayar lebih mahal dari yang akan diterapkan nanti. 

Baca juga: Resmi, Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek Berlaku mulai 17 Januari

"Jika dioperasikan secara terpisah, tarif untuk Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek mencapai Rp 1.250 per kilometernya. Pengguna jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek Golongan 1 harus membayar Rp 47.500 ditambah tarif Jalan Tol Jakarta-Cikampek sebesar Rp 15.000, sehingga total tarif mencapai Rp 62.500," ucap Vera dalam keterangan resminya, Kamis (14/1/2021).

Sejumlah kendaraan melintas di tol layang Jakarta-Cikampek II, Bekasi Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Pada arus balik libur cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW, lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek terpantau ramai lancar.ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAH Sejumlah kendaraan melintas di tol layang Jakarta-Cikampek II, Bekasi Jawa Barat, Minggu (1/11/2020). Pada arus balik libur cuti bersama dan Maulid Nabi Muhammad SAW, lalu lintas di tol Jakarta-Cikampek terpantau ramai lancar.

Menurut Vera, keberadaan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek sangat membantu distribusi kapasitas jalan dari sebelumnya empat menjadi enam lajur.

Hal ini berdampak pada kelancaran di ruas Tol Jakarta-Cikampek, lantaran adanya pemisah antara perjalanan jarak jauh dan jarak dekat.

Efek dari pendistribusian tersebut juga berimbas pada penurunan perbandingan antara volume lalu lintas dengan kapasitas jalan atau V/C ratio, bagi jalan Tol Jakarta-Cikampek bawah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Jasa Marga (Persero) Tbk (@official.jasamarga)

Salah satu yang paling signifikan di Cikarang Timur-Karawang Barat arah Cikampek, yang semula 1,07 menjadi 0,63, dan dari 1,10 menjadi 0,63 untuk arah Jakarta.

Baca juga: Mulai 17 Januari Naik, Simak Tarif Baru 6 Ruas Tol Jasa Marga

Bahkan secara keseluruhan, Vera mengatakan terjadi penurunan signifikan untuk rata-rata V/C ratio di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Bila semula 0,80 menjadi 0,56 untuk arah Cikampek, dan dari 0,81 menjadi 0,54 yang mengarah ke Jakarta.

"Turun V/C juga membuat peningkatan kecepatan rata-rata kendaraan dari 41,96 kpj menjadi 57,46 kpj untuk arah Cikampek atau meningkat 36,94 persen. Sementara arah Jakarta, meningkat 26,8 persen dari 45 kpj menjadi 57 kpj," ucap Vera.

Tol Layang Jakarta-Cikampek Tol Layang Jakarta-Cikampek

Imbasnya, waktu tempuh atau perjalanan pun makin meningkat. Dari Cikampek menuju Jakarta yang biasanya memakan waktu 77 menit diklaim menjadi 60 menit. Sedangkan, dari Jakarta menuju Cikampek, menjadi 61 menit dari biasanya memakan waktu 82 menit lebih.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X