Dikritik Stoner Tidak Pernah Dengarkan Pebalap, Ini Kata Ducati

Kompas.com - 14/01/2021, 19:21 WIB
Bos Ducati MotoGP, Paolo Ciabatti. MOTOGP.COMBos Ducati MotoGP, Paolo Ciabatti.

JAKARTA, KOMPAS.com - Belum lama ini tim Ducati mendapat kritikan dari mantan pebalapnya yakni Casey Stoner. Stoner mengatakan bahwa Ducati tidak pernah mendengarkan masukan dari pebalap dalam pengembangan Desmosedici.

Padahal menurut Stoner, pebalap merupakan sosok yang paling mengetahui dan merasakan jika ada yang tidak berjalan baik pada Desmosedici.

Baca juga: Marquez Belum Pulih, Honda Sudah Targetkan Triple Crown MotoGP 2021

Hal yang sama juga dirasakan oleh Andrea Dovizioso, yang mengaku kecewa dengan Ducati karena masukannya tidak pernah didengar.

Bahkan karena itu, Dovizioso pun akhirnya memutuskan untuk tidak memperpanjang durasi kontraknya bersama Ducati yang usai di akhir tahun lalu.

Pernyataan dari kedua pebalap tersebut otomatis membuat posisi Ducati tersudutkan. Tidak sedikit pula penggemar yang turut memberikan komentar perihal sistem kerja yang dianut oleh tim pabrikan asal Italia itu.

Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, sedang berdiskusi dengan Casey Stoner saat menjalani tes pramusim di Sirkuit Sepang, Selangor, Malaysia (28/1/2018).
DOK. DUCATI Pebalap Ducati, Andrea Dovizioso, sedang berdiskusi dengan Casey Stoner saat menjalani tes pramusim di Sirkuit Sepang, Selangor, Malaysia (28/1/2018).

Direktur Olahraga Ducati Corse Paolo Ciabatti, memberikan tanggapan terhadap tuduhan tersebut. Ciabatti menegaskan bahwa Ducati selalu menghormati setiap masukan dari pebalapnya.

“Kami menghormati Casey. Kami mempunyai hubungan yang sangat baik. Akan tetapi kami kami memiliki sejarah panjang di MotoGP, dan saya merasa sangat yakin bahwa kami selalu memperlakukan semua pebalap dengan rasa hormat,” ujar Ciabatti, dikutip dari GPOne, Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Suzuki Belum Punya Pengganti Davide Brivio

“Mengenai Desmosedici, kami telah memberikan semua materi yang mereka butuhkan, baik dari sisi teknis maupun sisi moral, demi meraih target bersama. Kadang, pebalap dan pabrikan tak melihat situasi dengan cara yang sama, hingga akhirnya perpisahan menjadi hal yang traumatis,” kata Ciabatti.

Terhitung sudah sekian kalinya pabrikan asal Italia tersebut kehilangan pebalap top. Pertama kali, saat Casey Stoner memutuskan untuk pindah ke Honda pada 2011. Padahal. pebalap asal Autralia itu berhasil memberikan gelar juara dunia di musim pertamanya bersama Ducati pada 2007.

Kemudian digantikan oleh Valentino Rossi yang hanya bertahan dua musim. Di musim 2017 dan 2018, Ducati juga mengontrak Jorge Lorenzo.

Nicky Hayden yang merupakan juara dunia MotoGP 2006 bertahan dari 2009 hingga 2013. Sedangkan Dovizioso, sudah bersama Ducati sejak 2013.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X