Filipina Terapkan Proteksionisme, Bagaimana Ekspor Mobil Indonesia?

Kompas.com - 08/01/2021, 07:02 WIB
Petugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESPetugas memeriksa mobil Toyota Fortuner produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, yang akan diekspor melalui dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

“Kita semua berharap, karena ini urusan G2G (government to government), urusan pemerintah bukan urusan swasta lagi,” ucap Bob, kepada Kompas.com (7/1/2021).

Kebijakan proteksionisme memang jadi tantangan perdagangan internasional, terutama pada masa pandemi seperti sekarang.

Baca juga: Pemutihan Bukan Berarti Tak Bayar Pajak Kendaraan

Menurut Bob, Indonesia sebisa mungkin harus menghindari kebijakan proteksionisme, karena yang bakal dirugikan adalah ekonomi kawasan.

“Kita yang harus mengajak untuk membuka pasarnya, karena Indonesia negara yang cukup dihormati di ASEAN. Kami harap pemerintah segera menangani, biasanya ini aksi balasan,” ujar Bob.

“Supaya ASEAN ini bisa dipelihara sebagai wilayah perdagangan bebas, jangan sampai ada proteksi dari negara-negara tetangga,” ucap Bob.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X