Prediksi Tipe Mobil Bekas yang Laris di 2021, Mana yang Bakal Laku?

Kompas.com - 03/01/2021, 07:21 WIB
Peluncuran Daihatsu Ayla dan Sirion terbaru, Kamis (19/3/2020) dilakukan melalui live streaming akibat penyebaran virus Corona. Pembaruan di kedua model terbilang minim namun diharapkan dapat memacu pasar LCGC dan Hatchback yang melambat akibat kondisi ekonomi dan global. Foto : ADM ADMPeluncuran Daihatsu Ayla dan Sirion terbaru, Kamis (19/3/2020) dilakukan melalui live streaming akibat penyebaran virus Corona. Pembaruan di kedua model terbilang minim namun diharapkan dapat memacu pasar LCGC dan Hatchback yang melambat akibat kondisi ekonomi dan global. Foto : ADM
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mobil bekas masih menjadi pilihan banyak orang ketika ingin memiliki kendaraan pribadi, tetapi dana yang tersedia terbatas.

Dengan harga yang lebih terjangkau pembeli bisa membayar secara tunai dan tidak perlu kredit saat membeli mobil setengah pakai.

Harga mobil seken di pasaran juga lebih bervariasi, mulai dari puluhan juta rupiah hingga di atas Rp 100 juta.

Selai harganya, pilihan mobil setengah pakai pun juga sangat beragam. Mulai dari tipe sedan, Low Cost Green Car (LCGC) atau mobil murah, Multi Purpose Vehicle (MPV) dan juga Sport Utility Vehicle (SUV).

Baca juga: Alternatif Bayar Pajak Kendaraan Bagi Warga DKI Selain di Samsat Induk

Pilihan tipe mobil ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan dan juga ruang garasi yang tersedia.

Penampilan Toyota Avanza Veloz 2019 yang dipamerkan dalam Festival Avanza Veloz Sebangsa di Medan, Sabtu (10/8/2019). Festival ini digelar hingga besok Minggu (11/82019) dan diisi dengan berbagai bazar, kuliner, permainan anak dan lainnya.Dewantoro Penampilan Toyota Avanza Veloz 2019 yang dipamerkan dalam Festival Avanza Veloz Sebangsa di Medan, Sabtu (10/8/2019). Festival ini digelar hingga besok Minggu (11/82019) dan diisi dengan berbagai bazar, kuliner, permainan anak dan lainnya.

Dari tipe tersebut, segmen mobil murah dan juga MPV murah masih mendominasi penjualan selama tahun 2020.

Selain harga yang lebih terjangkau, tipe mobil ini dinilai paling sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Sedangkan untuk prediksi penjualan mobil bekas di tahun 2021 tipe mobil yang masih paling laris belum bergeser.

Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer mengatakan, tipe mobil yang paling laris di tahun 2021 diprediksi masih pada tipe LCGC dan juga Low MPV.

Baca juga: Ini Syarat dan Alur Pajak Kendaraan Bermotor Lima Tahunan

“Untuk tahun 2021 sepertinya akan tetap mengarah pada LCGC dan juga Low MPV,” kata Fischer kepada Kompas.com, Sabtu (2/12/2021).

Sementara untuk pabrikan yang mendominasi dari dua segmen tersebut, Fischer mengatakan, masih ada Toyota dan juga Daihatsu.

Daihatsu Xenia Sport di GIIAS 2019Ruly Kurniawan/Kompas.com Daihatsu Xenia Sport di GIIAS 2019

“Masih dari Toyota dan juga Daihatsu, karena populasi yang banyak beredar di pasaran saat ini adalah merek-merek itu,” tuturnya.

Salah satu penyebab tingginya peminat pada tipe-tipe mobil tersebut, salah satunya adalah karena harganya yang lebih terjangkau.

Terlebih, selama ini mobil yang paling diminati konsumen adalah yang harganya tidak lebih dari Rp 150 juta. Meskipun, di atas harga itu masih tetap ada peminatnya.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Bisa Dilakukan Sebelum Tanggal Jatuh Tempo?

“Yang banyak dicari konsumen itu yang harganya di bawah Rp 150 juta,” ucapnya.

Pemilik showroom mobil bekas XL AHM Autocars Hadi Cahyono mengatakan, peminat mobil perkotaan dengan harga di bawah Rp 100 juta masih cukup tinggi.

“Yang laris dan banyak dicari konsumen itu ya mobil-mobil perkotaan dan harganya di bawah Rp 100 juta, saya biasanya main di segmen itu,” ucap Hadi.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X