Perusahaan Korsel Investasi Rp 137 Triliun untuk Pabrik Baterai Kendaraan Listrik

Kompas.com - 01/01/2021, 18:01 WIB
Ilustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi SHUTTERSTOCK/ROMAN ZAIETSIlustrasi baterai untuk mobil elektrifikasi
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Indonesia dan LG Energy Solution, anak perusahaan LG Group telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk bangun pabrik baterai mobil listrik di Tanah Air.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, kerja sama yang sudah diteken pada 18 Desember 2020 ini memiliki nilai investasi sebesar 9,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 137,5 triliun.

Namun, pihak pabrikan asal Korea Selatan tersebut masih enggan untuk mengungkapkan isi dari MoU terkait.

Baca juga: Hyundai Indonesia Dipastikan Mulai Produksi Mobil Tahun Depan

Ilustrasi baterai mobil listrik LG Chemhttps://www.caixinglobal.com/ Ilustrasi baterai mobil listrik LG Chem

"Kami telah menandantangani MoU pembangunan pabrik baterai listrik terintegrasi dari hulu ke hilir. Mulai dari penambangan, smelter, prekursor, ketoda, mobil hingga fasilitas daur ulangnya," kata Bahlil dalam diskusi virtual, Kamis (31/12/2020).

Bahlil menambahkan pabrik ini akan berlokasi di Maluku Utara dan Jawa Tengah. Dalam MoU, setidaknya 70 persen nikel yang akan digunakan untuk memproduksi baterai mobil listrik harus diproses di Indonesia.

Langkah tersebut pula memungkinkan Indonesia menjadi negara besar untuk pengembangan kendaraan listrik. Sebab, hanya Indonesia yang punya pabrik baterai terintegrasi.

Pada kerja sama ini pula, banyak BUMN yang ikut serta yang terdiri dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum), PT Aneka Tambang (ANTM), PT Pertamina, dan PT Perusahaan Listrik Negara. Dan MIND ID akan berkolaborasi dengan LG.

Baca juga: Anomali Mobil Elektrifikasi di Tengah Pandemi

Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.Toyota Sasis, baterai, motor listrik pada mobil listrik murni (BEV) Toyota, Lexus UX 300e.

Menteri BUMN Erick Thohir juga memastikan investasi ini berjalan dari sisi produksi dan pasar di dalam dan luar negeri. Menurutnya, investasi LG akan bermitra dengan konsorsium baterai BUMN di seluruh rantai pasok produksi.

“Pelaksanaannya akan ditindaklanjuti dengan studi bersama (joint study) untuk mengukur secara detail kerja sama yang akan dilakukan kedua pihak dari sektor hulu sampai hilirnya,” kata Erick.

Adapun rencana jangka menengahnya, sebagian baterai yang dihasilkan dari proyek ini akan disuplai ke pabrik mobil listrik pertama di Indonesia yang sudah ada.

“Karena baterai memegang peranan kunci, bisa mencapai 40 persen dari total biaya untuk membuat sebuah kendaraan listrik,” tutur Bahlil.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X