Benarkah Mengemudi Jarak Jauh di Malam Hari Lebih Berisiko?

Kompas.com - 27/12/2020, 10:01 WIB
Penulis Ari Purnomo
|

Padahal, kebiasaan tersebut justru kurang baik karena bisa menyebabkan pengemudi mengalami microsleep. Hal ini disebabkan karena tubuh dipaksa untuk tetap terjaga meski sudah merasakan lelah.

“Minuman energi memberikan boost yang cepat tetapi dropnya juga cepat. Sehingga sering membuat pengemudi merasa fit padahal sudah drop, bisa menyebabkan microsleep,” tuturnya.

Baca juga: Begini Cara Menghitung Pajak Kendaraan Bermotor

Dibandingkan mengonsumsi suplemen, Sony lebih menyarankan, agar pengemudi memahami kondisi tubuhnya.

Dalam artian, ketika tubuh sudah merasakan lelah atau mengantuk sebaiknya memilih waktu untuk beristirahat sejenak agar stamina bisa kembali.

Hal ini karena jika kondisi tubuh sudah merasakan lelah tetapi tetap dipaksakan untuk menempuh perjalan justru bisa berbahaya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.