Berkendara Jarak Jauh Akhir Tahun, Berapa Lama Waktu Ideal Menyetir?

Kompas.com - 24/12/2020, 13:01 WIB
Ilustrasi mudik dengan keluarga dan anak carhifiservices.comIlustrasi mudik dengan keluarga dan anak
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Momen libur akhir tahun menjadi waktu yang banyak dinantikan oleh masyarakat.

Selain menghabiskan waktu untuk berlibur bersama anggota keluarga, melakukan perjalanan pulang kampung atau mudik juga menjadi agenda yang banyak dilakukan menjelang pergantian tahun.

Tetapi, di tengah pandemi Covid-19 ini melakukan perjalanan menggunakan mobil pribadi memang lebih direkomendasikan dibandingkan transportasi umum.

Selain lebih fleksibel, mengemudikan mobil sendiri juga mencegah penyebaran virus Corona yang bisa saja terjadi di kendaraan umum.

Baca juga: Mengapa STNK Kendaraan yang Sudah Dijual Perlu Diblokir?

Tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika berkendara menggunakan kendaraan pribadi. Terlebih, jika jarak yang ditempuh cukup jauh hingga mencapai ratusan kilometer.

Salah satunya adalah kondisi tubuh atau stamina pengemudi harus tetap dijaga agar tetap fit dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap prima, pengemudi harus beristirahat secara berkala selama melakukan perjalanan.

waktu tunggu di rest area maksimal 30 menitDok. Jasamarga waktu tunggu di rest area maksimal 30 menit

Lalu berapa lama waktu ideal seseorang mengemudikan mobil dan beristirahat agar kondisi tubuh tetap terjaga?

Sony Susmana, Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), mengatakan, mengistirahatkan tubuh saat berkendara jarak jauh cukup penting.

Baca juga: Begini Cara Mudah Blokir STNK Tanpa Harus ke Samsat

Hal ini untuk menjaga agar selama melakukan perjalanan pengemudi bisa tetap terjaga dan kondisi fisik tetap prima.

Sony mengatakan, ada perbedaan lama menyetir mobil saat berkendara di siang hari dengan malam hari.

“Jika perjalanan dilakukan siang hari maksimal menyetir antara 3 sampai 4 jam saja setelah itu sebaiknya pengemudi mengambil waktu untuk beristirahat,” kata Sony kepada Kompas.com, Rabu (23/12/2020).

Tetapi, Sony menambahkan, jika pengemudi memilih melakukan perjalanan malam hari maka lama maksimal menyetir sebaiknya lebih pendek.

Ilustrasi berkendara saat ngantuk dan lelahhuffingtonpost.com Ilustrasi berkendara saat ngantuk dan lelah

“Kalau berkendara di malam hari maksimal mengemudikan mobil hanya 2 jam sekali, setelah itu sebaiknya beristirahat,” ujarnya.

Sony menambahkan, perbedaan periode untuk istirahat ini salah satunya disebabkan karena kebiasaan aktivitas tubuh manusia.

Sementara saat malam hari, siklus tubuh manusia seharusnya beristirahat sehingga waktu istirahat saat mengemudi juga lebih cepat.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Segera Diberlakukan

“Istirahat yang ideal disesuaikan dengan fisik, tapi idealnya 30 menit. Bisa dengan melakukan aktivitas seperti olahraga ringan atau stretching,” katanya.

Jika lebih dari 30 menit, Sony mengatakan, sebaiknya digenapkan menjadi 45 menit atau 1 jam. Lamanya waktu istirahat itu bisa digunakan oleh pengemudi untuk tidur.

“Dan jangan lupa sebelum tidur minum kopi, karena efek dari kopi kan biasanya satu jam setelah meminum,” tuturnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X