Trail Ambulans di Larantuka, Sang Penolong Ibu Hamil

Kompas.com - 22/12/2020, 10:42 WIB
Honda CRF150 Menjadi Motor Ambulans di Larantuka dok.FB YKSHonda CRF150 Menjadi Motor Ambulans di Larantuka

JAKARTA, KOMPAS.com - Pegunungan, bukit, hingga pantai yang membatasi antar satu wilayah, sedikit menggambarkan kondisi daerah terpencil di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara geografis, daerah ini berada di bawah kaki gunung Mandiri yang merupakan wilayah pesisir.

Sebagian masyarakat Larantuka saat ini masih tinggal di daerah perbukitan, yang bagi siapapun sulit menjangkau lokasi permukiman warga. Apabila turun hujan, karena belum aspal maka jalan pun seketika berlumpur dan licin. Belum lagi, berdebu saat musim kemarau melanda kawasan itu.

Kondisi ini juga belum termasuk minimnya alat transportasi massal di daerah itu. Alhasil, menghambat segala aktivitas warga termasuk dari sektor kesehatan, di mana banyak kasus ibu hamil meninggal dunia karena tidak tertolong ketika mengalami masalah menuju persalinan, seperti ketuban pecah sebelum waktunya, kontraksi perut di kehamilan prematur, hingga kasus darurat pada pasien umum.

Baca juga: Nonton MXGP Sambil Jajal Honda CRF

Melihat keprihatinan seperti itu, dan tidak mau korban terus berjatuhan, serta ingin memajukan daerahnya dari keterbelakangan terutama masalah kesehatan dan transportasi, Mansetus Kalimantan Balawala (47 tahun) berinisiatif mengembangkan program  menggunakan ambulans sepeda motor.

Honda CRF150 Menjadi Motor Ambulans di Larantukadok.FB YKS Honda CRF150 Menjadi Motor Ambulans di Larantuka

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Inisiatif cerdas itu dijalankan oleh Yayasan Kesehatan untuk Semua (YKS) di Larantuka sejak 2002. Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang didirikan oleh Mansetus itu menyediakan dan mengelola motor untuk tenaga medis, kemudian digunakan melayani pasien di desa terpencil yang sulit dijangkau mobil dinas pemerintah maupun kendaraan umum.

Kepada KOMPAS.com, Sabtu (19/12/2020) Mansetus yang juga berperan sebagai Koordinator serta Direktur YKS menjelaskan, sejak 2002 hingga kini sudah memiliki 15 unit motor. Kendaraan roda dua itu hanya dimodifikasi sedikit, yaitu menggunakan boks di bagian belakang untuk menyimpan perlengkapan medis.

Baca juga: Penjualan Mobil Group Astra Turun 7,5 Persen pada November 2020

"Kami kini menggunakan Honda CRF150, karena motor ini yang paling cocok dengan kondisi, serta kontur medan jalan di desa-desa terpencil di Larantuka," ucap Mans panggilan akrabnya.

Honda CRF150 Menjadi Motor Ambulans di Larantukadok.FB YKS Honda CRF150 Menjadi Motor Ambulans di Larantuka

Mans bercerita, sebelum hadir ambulans motor, kasus kematian cukup tinggi dalam 1 tahun bisa mencapai 20 orang. Namun program yang dikerjakan bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Flores Timur itu pun berhasil menurunkan angka kematian di wilayah kerja YKS, dari 20 kasus kematian ibu pada 2002 menjadi 1 kasus pada 2012.

Selanjutnya, pada 2013 terdapat total 6 kasus kematian Ibu di Kabupaten Flores Timur, namun di wilayah yang diintervensi ambulans motor 0 kasus, angka kematian bayi 0-11 bulan, total 78 kasus, di wilayah program YKS hanya 11 kasus, kematian anak 0-59 bulan, total 49 kasus, di wilayah program hanya 4 kasus.

Honda CRF150 Menjadi Motor Ambulans di Larantukadok.FB YKS Honda CRF150 Menjadi Motor Ambulans di Larantuka

Tahun berikutnya, total kasus kematian ibu di Flotim sebanyak 4 kasus, di daerah dampingan YKS 0 kasus, sedangkan angka kematian bayi 0-11 bulan total 66 kasus, di wilayah dampungan YKS 0 kasus, kematian Balita 0-59 bulan di Flotim 10 kasus, di daerah dampingan YKS, 0 kasus.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X