Begini Cara Simpan Motor yang Benar Selama Ditinggal Liburan

Kompas.com - 17/12/2020, 14:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), sebagian orang memilih untuk menggunakan kendaraan umum dan meninggalkan sepeda motornya di rumah. Perlu diketahui, ada cara yang benar dalam menyimpan motor.

Saat rumah ditinggal beberapa hari, menyimpan motor di dalam rumah menjadi pilihan pemilik kendaraan. Sebab, lebih aman dibandingkan ditinggal di garasi atau teras rumah.

Baca juga: Jelang Nataru, Pertamina Siapkan Pertashop di Rest Area Tol Trans Jawa

Namun, tak sedikit yang kurang paham bagaimana cara menyimpannya yang benar. Banyak yang memosisikan motor seperti biasa.

Ban motor kempisFoto: motorcyclenews.com Ban motor kempis

Jimmy Handoyo, Technical Service & Development Dept. Head PT Suryaraya Rubberindo Industries (ban FDR), mengatakan, ban motor yang menyentuh lantai bisa menyebabkan tekanan udaranya berkurang.

"Banyak faktor yang memengaruhi turunnya tekanan udara pada ban jika bersentuhan langsung dengan lantai. Biasanya, semakin rendah suhu lantainya, kemungkinan ban semakin cepat kempis," ujar Jimmy, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Kondisi ini sesuai dengan sifat udara yang akan memuai saat panas dan menyusut saat dingin. Tentunya, akan sangat menjengkelkan jika pulang liburan, malah mendapati motornya dalam keadaan kempis.

Baca juga: Touring Naik Motor Saat Libur Nataru, Jangan Lupa Bawa 7 Tool Kit Ini

Tapi, ada beberapa cara untuk menyiasati berkurangnya tekanan udara pada ban ketika motor disimpan di dalam rumah. Pemilik kendaraan bisa memanfaatkan karpet atau karton tebal sebagai alas untuk menahan kontak langsung dengan lantai.

"Biasakan untuk menggunakan standar tengah, sehingga ban belakang tidak kontak langsung dengan lantai," kata Jimmy.

Periksa ban motorShutterstock Periksa ban motor

Dodiyanto, Senior Brand Executive & Product Development PT Gajah Tunggal Tbk. (ban IRC), mengatakan, cara lain jika ingin menyimpan motor di rumah dalam jangka waktu yang lama adalah mengisi ban dengan tekanan udara maksimum.

"Sah-sah saja, selama masih batas maksimum. 'Kan tujuannya setelah disimpan motornya seminggu, kalau mau dipakai tidak perlu diisi lagi udaranya," ujar Dodi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.