Buat Bikers yang Mau Touring Liburan Nataru, Ingat 6 Jurus Aman

Kompas.com - 15/12/2020, 11:42 WIB
Sejumlah pemudik motor melewati jalan raya Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (18/6/2018). Memasuki H+3 Lebaran, arus balik yang melalui jalur Puncak, Bogor mulai didominasi pemudik motor yang berasal dari wilayah Cianjur, Bandung, Pangandaran dan Tasikmalaya. ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHSejumlah pemudik motor melewati jalan raya Puncak, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (18/6/2018). Memasuki H+3 Lebaran, arus balik yang melalui jalur Puncak, Bogor mulai didominasi pemudik motor yang berasal dari wilayah Cianjur, Bandung, Pangandaran dan Tasikmalaya.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sepeda motor masih menjadi kendaraan yang paling banyak digunakan saat pulang kampung, mudik, atau sekadar berpetualang touring jarak menengah hingga jauh. Momen libur natal dan tahun baru (nataru) banyak juga dimanfaatkan bikers yang memilih menggunakan roda dua, meski secara jumlah tidak terlalu besar seperti Idul Fitri.

Akan tetapi, saat menggunakan motor untuk perjalanan jauh sebaiknya juga melakukan persiapan khusus. Selain kondisi motor yang prima, kondisi fisik juga harus dipersiapkan.

Jangan sampai saat melakukan perjalanan jauh, kondisi fisik tidak prima dan tetap dipaksakan berkendara. Kondisi ini akan sangat berbahaya, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi pengguna jalan yang lainnya.

Baca juga: Ubah Ban Mobil Diameter Lebih Kecil Bisa Tingkatkan Akselerasi?

Bagi Anda yang ingin melakukan perjalanan jauh menggunakan sepeda motor, berikut ada 6 hal yang perlu Anda perhatikan:

1. Gunakan Motor yang Sesuai untuk Perjalanan Jauh

Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)Otomania/Setyo Adi Pemudik motor mulai padati jalur Kalimalang menuju Bekasi, Kamis (22/6/2017)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini banyak model sepede motor yang berbedar di pasaran. Mulai motor manual sampai dengan motor matik.

Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana mengatakan, untuk perjalanan jauh sebaiknya menggunakan motor manual dan bukan matik.

“Selama ini memang banyak motor matik, tetapi motor itu tidak disarankan untuk perjalanan jauh. Hal ini karena motor itu diperuntukan di perkotaan,” ujar Sony belum lama ini kepada Kompas.com.

Sony melanjutkan, motor matik juga tidak memiliki ketahanan layaknya motor manual. Salah satunya adalah bagian penggerak roda.

“Kalau matik kan menggunakan belt itu kurang kuat kalau dibandingkan rantai, dan posisinya juga tidak terlihat. Selain itu kinerja untuk pengereman juga lebih berat karena tidak ada engine brake,” katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.