Kompas.com - 15/12/2020, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.comBan mobil yang terus digunakan tentunya akan aus karena bergesekan dengan aspal. Idealnya, keausan pada ban bisa merata jika pemakaian mobil normal dan berpengaruh pada momen penggantian si karet bundar.

Namun, tidak sedikit juga pemilik mobil mendapatkan kesulitan merawat ban agar ausnya merata.

Keausan tidak merata ini juga bisa disebut irregular wear. Irregular wear pada ban bisa terjadi karena banyak hal, model ketidakmerataan aus di ban ini pun beragam, tergantung dari masalahnya.

On Vehicle Manager PT Gajah Tunggal Tbk Zulpata Zainal mengatakan, ban pada mobil ibarat sepatu yang dipakai manusia. Jadi saat melihat keausan pada ban di sisi tertentu, bisa dicari dari mana penyebabnya.

Baca juga: Alasan Mengapa Susunan Kursi Bus Lebih Banyak di Sisi Kanan Kabin

Ilustrasi ban flat spotcowest.net Ilustrasi ban flat spot

“Begitu juga pada ban, tergantung setelan suspensi dan kaki-kakinya. Misalnya kelebihan tekanan udara, aus hanya di bagian tengah, sedangkan kalau kekurangan atau kelebihan muatan, kedua sisi telapak jadi lebih cepat aus,” kata Zulpata kepada Kompas.com, Senin (14/12/2020).

Kemudian, jika sering rem mendadak tanpa fitur ABS, jadinya hanya aus di bagian tertentu atau spot wear. Lalu, jika jarang cek kesetimbangan atau balancing, keausan terjadi di beberapa tempat pada telapak bannya.

Baca juga: Gebrakan Baru Toyota di Pasar Mobil Listrik Dunia

“Kemudian kalau jarang cek kelurusan roda, keausan akan terjadi di sisi dalam atau luar saja. Kalau jarang dirotasi, keausan cepat di depan dibanding belakang,” ucap Zulpata.

Kadang beberapa orang menyetel camber-nya negatif agar lebih stabil. Suspensi dibuat lebih keras atau lembut, pakai stabilizer yang membuat kaku dan memakai pelek yang lebih lebar bisa menyebabkan irregular wear jika tidak disetel ulang kaki-kakinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.