Masuk Musim Hujan, Kaki-kaki Mobil Butuh Perhatian Ekstra

Kompas.com - 12/12/2020, 15:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Air hujan yang sering membasahi mobil membuat pemilik harus memberikan perhatian dan perawatan ekstra agar kendaraan tetap dalam kondisi yang optimal. Sebab, air hujan dapat merusak beberapa komponen jika lama dibiarkan.

Salah satu yang paling rawan adalah komponen di bagian kaki-kaki, karena bagian ini sering kali luput dari perhatian. Untuk diketahui, air hujan mengandung asam yang dapat menyebabkan terjadinya korosi atau karat pada logam.

Baca juga: Hadapi Musim Hujan, Berikut Tips Memilih Car Cover

Deni Adrian, Kepala Bengkel Auto2000 Cibinong, mengatakan, bekas air hujan yang menempel lama-kelamaan akan mengoksidasi bagian kaki-kaki.

Ilustrasi sokbreker mobilwww.kwikkarrichardson.com Ilustrasi sokbreker mobil

“Bagian kaki-kaki biasanya jarang dibersihkan pemilik mobil, lantaran posisinya yang berada di bawah mobil,” ujar Deni, kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Menurut Deni, bagian sokbreker, pengereman, tie rod, bushing arm, bearing, sampai pelek sangat rentan untuk jadi sasaran karat.

“Beberapa pabrikan memang sudah menyemprotkan cat khusus dengan anti karat, namun jika mobil sudah berumur dan sering dihinggapi air bukan tak mungkin lapisan tersebut rusak,” kata Deni.

Baca juga: Musim Hujan, Perhatikan 3 Area ini pada Mobil

Selain itu, saat air hujan mengering, sisa endapan pasir yang terbawa hujan bisa masuk ke bagian as sokbreker. Jika kondisi ini lama dibiarkan, as sokbreker bisa baret dan menyebabkan seal-nya rusak hingga mengalami kebocoran.

“Biasanya kalau bukan air hujan yang menyebabkan karat, yang bikin rusak itu sisa-sisa endapan pasir yang menempel di komponen kaki-kaki,” ujar Deni.

Karat pada piringan cakram mobilKOMPAS.COM/STANLY RAVEL Karat pada piringan cakram mobil

Tak hanya sokbreker yang menjadi korban, endapan pasir juga bisa menggores piringan cakram. Sementara bagian bearing roda yang sering terkena air hujan dapat menghilangkan lapisan gemuk di bantalan bola bearing.

“Caranya memang harus dirontokkan menggunakan air bertekanan sesampainya di rumah, lumayan untuk merontokkan pasir dan menghapus sisa air hujan,” kata Deni.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.