Beragam Tameng Besi yang Terpasang pada Bus AKAP

Kompas.com - 12/12/2020, 14:42 WIB
Demi keselamtan, sopir bus pasang tameng kawat di kaca depan http://haltebus.com / MaiDemi keselamtan, sopir bus pasang tameng kawat di kaca depan

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemasangan tameng di kaca depan bus biasanya dilakukan untuk keamanan pengemudinya. Masih sering terjadi aksi pelemparan batu ke bus sehingga bisa berbahaya jika memecahkan kaca depan, pengemudi bisa terluka.

Biasanya bus yang beroperasi di daerah Sumatera yang menggunakan tameng besi ini. Namun ada juga beberapa perusahaan otobus (PO) di Jawa Timur yang menggunakannya. Model dari tameng besi ini pun beragam.

Untuk yang model bus single glass atau kaca tunggal, ada yang bentuknya full dengan kawat besi. Selain itu ada juga yang pada titik penglihatan pengemudi, tidak diberi kawat agar tetap bisa melihat jelas ke depan.

Baca juga: Mengulik Sasis Honda PCX 160, Beda dari Model Lama

Tameng Kawat pada Kaca Bus di terminal Pulogebang yang diabadikan haltebus.comhttp://haltebus.com / Mai Tameng Kawat pada Kaca Bus di terminal Pulogebang yang diabadikan haltebus.com

Kemudian ada juga untuk model double glass. Ada dua tameng untuk kaca bagian bawah dan atas. Fungsi tameng ini memang baik untuk melindungi, namun pandangan penumpang ke depan memang jadi sedikit terhalang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun baru-baru ini pada bus yang dirilis karoseri New Armada milik PO Borlindo, memakai tameng besi yang cukup unik. Bentuk tamengnya sederhana, hanya dipasang pada bagian atas kaca, tidak menutup semua bagian.

Sales Executive karoseri New Armada Jatibaru, Gerry Adrian mengatakan, bentuk tameng besi yang minimalis tersebut mengikuti kondisi jalan yang biasanya dilewati oleh bus di Sulawesi Selatan.

Baca juga: Banyak yang Belum Tahu, Ini Alasan Kenapa Permukaan Ban Balap Botak

Bus AKAP PO BorlindoGerry Adrian/New Armada Jatibaru Bus AKAP PO Borlindo

“Fungsinya melindungi kaca atas dari ranting-ranting pohon. Jalur Sulsel kan lewat hutan, belum ada tol,” ucap Gerry kepada Kompas.com belum lama ini.

Selain itu, bentuknya yang kecil dan hanya di atas kaca memang disengaja agar pandangan penumpang ke depan tidak terhalang. Berbeda dengan yang biasanya dipakai pada bus-bus di Lintas Sumatera.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.