Mengapa Pengemudi Suka Ngebut Saat Melintas di Jalan Tol?

Kompas.com - 07/12/2020, 16:21 WIB
Sejumlah kendaraan tampak mengantri di depan Gerbang Tol Kalihurip, Jumat (30/10/2020) PT Jasa MargaSejumlah kendaraan tampak mengantri di depan Gerbang Tol Kalihurip, Jumat (30/10/2020)
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberadaan jalan bebas hambatan atau jalan tol memang cukup efektif untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalan perkotaan.

Terlebih, pada momen-momen tertentu seperti saat Lebaran, atau pun momen libur di akhir tahun seperti sekarang ini.

Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, keberadaan ruas tol juga untuk mempersingkat waktu perjalanan sehingga jarak tempuh bisa lebih cepat dari biasanya.

Hanya saja, kondisi jalanan yang lengang sering kali membuat pengendara menjadi lengah dalam memacu kendaraannya.

Baca juga: Ini 14 Provinsi yang Bebaskan Denda Pajak Kendaraan Jelang Akhir 2020

Tidak sedikit bahkan memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan yang diperbolehkan atau di atas 100 kilometer per jam.

Mengapa pengemudi suka ngebut ketika berkendara di ruas tol? Menurut Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan, hal ini disebabkan karena pola pikir pengemudi ketika berkendara di jalanan yang lengang atau di tol.

Ilustrasi berkendara di tol trans jawadok.HPM Ilustrasi berkendara di tol trans jawa

“Mereka (pengemudi) egois, toh selama ini tidak ada yang menindak. (jadi) kalau bisa (ngebut) kenapa tidak,” katanya kepada Kompas.com, Senin (7/12/2020).

Selama ini, kata Sony, para pengemudi mobil yang suka memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan tidak pernah berfikir akibat fatal yang mungkin bisa terjadi akibat perilakunya.

Padahal, ketika seseorang memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi hal di luar perkiraan bisa saja terjadi.

Baca juga: Ingat, Penghapusan Denda Bukan Berarti Bebas Pajak Kendaraan

“Kapan mereka pernah berpikir apa yang bisa mereka lakukan kalau di kecepatan 80 kilometer per jam mobilnya selip atau pecah ban?” tuturnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X