Kebakaran SPBU Diawali Percikan Api, Ingat Bahaya Laten Mengisi BBM

Kompas.com - 02/12/2020, 10:22 WIB
SPBU 31.12802 di area Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan (Dok. Pertamina) SPBU 31.12802 di area Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan (Dok. Pertamina)
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kebakaran yang terjadi di SPBU Pertamina Jalan MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan dikarenakan adanya percikan api pada alat pompa pengisian bahan bakar.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budi Sartono mengatakan, kebakaran diawali saat truk tangki SPBU yang hendak mengisi bahan bakar. Truk yang semula akan mengisi pada pukul 09.00 WIB tertunda lantaran mati lampu dan baru terlaksana pada pukul 11.30 WIB.

"Dikarenakan SPBU mati lampu dan baru menyala lagi pukul 11.30 WIB, ternyata di alat pompa pengisian terjadi percikan. Sehingga terjadi kebakaran di alat pengisian pompa yang mengakibatkan alat pompa tersebut terbakar termasuk sebagian mobil tangki," ucap Budi yang disitat dari NTMC Polri, Selasa (1/12/2020).

Baca juga: Hindari Kebakaran di SPBU, Selalu Perhatikan Hal Ini Saat Isi BBM

Lebih lanjut Budi menjelaskan bila percikan api timbul dari alat pompa pengisian bahan bakar saat truk tangki sedang diisi. Namun api dapat dipadamkan petugas SPBU dan truk tangki tidak terbakar habis.

PT. Pertamina menutup sementara operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) 31.12802 MT Haryono, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan pasca-kebakaran pada Selasa (1/12/2020) siang.Dok. Sudin Gulkarmat Jaksel PT. Pertamina menutup sementara operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) 31.12802 MT Haryono, Cikoko, Pancoran, Jakarta Selatan pasca-kebakaran pada Selasa (1/12/2020) siang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kejadian tersebut juga dipastikan tidak ada ledakan. Saat ini polisi berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk pemeriksaan saksi-saksi, termasuk menunggu Puslabfor untuk penyelidikan lebih lanjut.

 Triangel of Fire

Terkait masalah keamanan ketika mengisi bahan bakar memang tak boleh dihiraukan. Penting diketahui bila setiap SPBU menyimpan bahaya laten berupa kebakaran, hal tersebut karena lokasinya sudah sangat menunjang segi tiga api alias triangel of fire.

Sebelumnya, pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu mengatakan, Terbentunnya api selalu erat kaitannya dengan tiga unsur utama, yakni udara, panas, dan bahan bakar.

"Ketiga unsur utama itu sudah ada di SPBU di mana pun, hanya tinggal menunggu pemicunya saja yang bisa menyebabkan terjadinya percikan api. Hal ini bisa dari ragam hal yang kebanayakan orang itu tidak menyadarinya," ujar Jusri beberapa waktu lalu.

Baca juga: Hindari Kebakaran di SPBU, Selalu Perhatikan Hal Ini Saat Isi BBM

Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas SPBU menggunakan alat pelindung wajah saat melayani pengendara di SPBU Pertamina 31.128.02 di Jl. Letjen M.T. Haryono, Jakarta Timur, Senin (1/6/2020). Penggunaan alat pelindung wajah (Face Shield) tersebut sebagai salah satu upaya untuk melindungi diri saat berhubungan langsung dengan pengendara dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

Lebih lanjut Jusri menjelaskan, selain dari hal teknis, pemicu atau trigger biasanya dipicu oleh pengguna SPBU sendiri. Contohnya seperti bermain ponsel saat mengisi BBM yang berdampak adanya radiasi dan bisa menjadi salah satu pemicu percikan api.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X