Kompas.com - 29/11/2020, 13:01 WIB
Ilustrasi berkendara mobil SHUTTERSTOCKIlustrasi berkendara mobil
Penulis Ari Purnomo
|

“Kalau terilis 100 persen sekalian justru tidak apa-apa karena tidak berjalan sekalian. Tetapi, jika kaki ditempelkan pada pedal kopling itu bisa tetap terilis meski hanya sekitar 20 persen,” katanya.

Suparna menambahkan, biasanya yang masih melakukan hal ini adalah pengemudi perempuan atau ibu-ibu dan juga pemula.

Jika hal ini terus dilakukan akan membuat kampas kopling cepat aus atau rusak karena terus terilis meski hanya sekitar 20 persen saja.

Baca juga: Blokir STNK yang Mati 2 Tahun Akan Berlaku di Seluruh Indonesia

“Kopling akan terus tergerus, tergesek, setiap kali mobil dipakai. Padahal, seharusnya kopling baru akan tergerus saat perpindahan gigi,” tuturnya.

Maka dari itu, Suparna menyarankan agar saat mengemudikan mobil sebaiknya kaki kiri tidak diletakkan di atas pedal kopling.

Selain akan membuat kopling cepat habis juga akan menyebabkan kaki lebih mudah lelah saat berkendara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X